by

Pengurus OIAA Kaget Saat Dimintai Tanggapan Terkait Pemalsuan Ijazah

Informatikamesir.net, Kairo – Salah satu pengurus Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Indonesia, Romli Syarqowi, mengaku kaget saat dimintai tanggapan oleh Informatika via Whatsapp pada Minggu (17/10), terkait kasus dugaan pemalsuan ijazah mahasiswa baru angkatan 2020.

Hal ini didasari oleh pernyataan Sekretaris Jenderal OIAA, Muchlis Hanafi, yang pada saat dimintai tanggapan oleh Informatika mengarahkan untuk menghubungi Romli guna memberikan penjelasan terkait dugaan kasus tersebut atas nama OIAA.

Romli yang mengaku hanya sebagai staf OIAA yang menangani urusan administrasi organisasi itu mengungkapkan bahwa dirinya tidak yakin jika ia yang mampu mewakili OIAA dalam memberikan penjelasan terkait hal itu.

“Saya gak yakin kalau saya yang mewakili OIAA ini. Saya kan gak sehebat itu”, ungkap Romli.

Pihak Informatika menghubungi beberapa pengurus OIAA setelah Presiden PPMI 2015-2016, Abdul Ghofur, mengungkap adanya isu yang beredar bahwa OIAA terindikasi berada di balik kasus dugaan pemalsuan ijazah ini.

“Hemat saya, agar tidak semakin menjadi bola liar karena menyangkut nama besar Universitas Al-Azhar, maka sebenarnya yang lebih otoritatif untuk menjawab isu ini adalah OIAA”, ujarnya saat diwawancarai via Whatsapp.

Sementara itu, perwakilan OIAA Indonesia di Mesir, Mukhlason Jalaluddin, juga belum bersedia ketika dimintai tanggapan mengenai kasus dugaan pemalsuan ijazah tersebut. Ia mengungkapkan dirinya tidak memiliki wewenang untuk memberikan pernyataan dan mengarahkan Informatika untuk meminta pernyataan kepada Sekjend OIAA.

Reporter : Dandi Azhary Nasution

Editor : Fikran Aulia Afsya

Comment

Berita Lainnya