by

Farhan Sebut Kasus Pemalsuan Ijazah Cederai Sistem Pendidikan

Informatikamesir.net, Kairo – Presiden PPMI Mesir 2020-2021, Farhan Aziz Wildani, menanggapi terkait kasus dugaan pemalsuan ijazah mahasiswa baru angkatan 2020, yang sudah dibuktikan oleh mahasiswa yang bersangkutan. Ketika dihubungi oleh Informatika via Whatsapp pada Sabtu (16/10), ia menjelaskan bahwa jika pemalsuan tersebut benar adanya, maka hal itu telah mencederai sistem pendidikan yang ada di Indonesia.

Ia juga berpendapat bahwa kasus dugaan pemalsuan ijazah ini harus diusut sampai tuntas. Karena menurutnya, pemalsuan ijazah tersebut bukan hanya berdampak pada sistem regulasi yang ada, akan tetapi juga akan berdampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) yang akan diterima oleh Universitas Al-Azhar.

Ketika ditanya terkait siapakah yang menurutnya berada di balik kasus pemalsuan ijazah ini, Farhan mengungkap dirinya tidak ingin berspekulasi.

“Saya tidak ingin berspekulasi. Silakan hukum yang nantinya akan berbicara siapa yang menjadi dalang kasus ini. Kita tunggu saja”, ujarnya.

Sementara itu, pihak Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Indonesia sebagai lembaga yang menangani secara keseluruhan pengurusan mahasiswa baru angkatan 2020, hingga saat ini masih belum memberikan pernyataan terhadap kasus dugaan pemalsuan ijazah ini.

Reporter : Dandi Azhary Nasution

Editor : Indri Raisa Hanum

Comment

Berita Lainnya