by

Presiden Memimpin, Rakyat Mengawal; Merunut Realisasi Janji Kampanye PPMI Mesir 2020-2021

Informatikamesir.net, Kairo – Mahasiswa merupakan sosok yang identik dengan idealisme. Idealisme membawa mereka menemukan solusi-solusi segar menjawab permasalahan yang ada. Mereka mampu melihat secara jelas cara terbaik mengekspresikan idenya sehingga terciptalah dinamika kearah yang lebih baik.


Lumrahnya, setiap kepala memiliki idealisme berbeda-beda. Dalam berdemokrasi, idealisme setiap pemimpin dampaknya sangat dirasakan dan dapat menghidupkan serta memberi perubahan. Sehingga secara tidak langsung idealisme membawa demokrasi menjadi meriah dan elegan.


Dalam berdemokrasi, dunia mahasiswa adalah role model terbaik. Dinamika tersebut dapat dilihat dari representasi organisasi-organisasi kemahasiswaan Indonesia. Ragamnya bentuk aksi serta langkah mahasiswa sebagai oposisi pemerintah membawa angin segar terhadap kebijakan pemerintah yang diangggap banyak merugikan masyarakat. Selain itu, dari segi sistem dan stuktural organisasi mahasiswa banyak menganut sistem Student Government System (SGS). Sistem ini mampu melatih kecapakan mahasiswa sebagai cikal bakal penerus pemerintahan selanjutnya.


Dalam hal ini PPMI Mesir sebagai organisasi induk Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) juga menganut sistem SGS. Perayaan demokrasi PPMI Mesir dimeriahkan salah satunya dengan kontribusi Masisir yang bersedia untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), juga keikutsertaan dalam menggunakan hak pilihnya.


Puncak dari demokrasi adalah kampanye yang menekankan bagaimana organisasi dan elite politik membangun dan meningkatkan kualitas hubungan dengan publik. Realitasnya, kampanye menjadi ajang aktor-aktor elite politik untuk menarik perhatian dan menyakinkan publik agar memenangkan suara terbanyak. Namun faktanya keberhasilan aktor-aktor tersebut pada tahap pemilihan umum (Pemilu) belum dapat dikatakan berhasil secara efektif jika visi, misi, dan program yang dijanjikan belum direalisasikan. 


Untuk itu tugas publik dalam berdemokrasi bukan hanya sekadar menggunakan hak pilihnya saja. Tetapi hal esensinya adalah mengawal aktor politik terpilih dari awal sampai berakhirnya masa jabatan. Agar dapat melihat bagaimana aktor politik mengupayakan visi misi maupun program-program unggulan agar tak sebatas menjadi janji kampanye saja.


Lalu, apa tanggapan Presiden demisioner PPMI Mesir 2020-2021 terkait hal tersebut? Apakah ketika dihadapkan dengan perkembangan persoalan yang ada mampu adaptif menjawab ataukah tetap melaksanakan program unggulan yang sudah dicanangkan sedari awal? Bagaimana pandangan Masisir sebagai objek kebijakan yang merasakan terealisasinya program unggulan?

Presiden Demisioner PPMI Mesir 2020-2021 Ungkap 90% Program Unggulan Sudah Terealisasi


Masa bakti Farhan Azis Wildani-Rifky Ramdhani sebagai Presiden dan Wakil Presiden PPMI Mesir 2020-2021 terhitung berjalan selama setahun sebulan sejak dilantik pada Juni 2020. Dengan membawa 5 program unggulan yaitu Formasi (Forum Silaturrahmi Seniman, Aktivis, dan Pakar Keilmuan Masisir), Pusat Data, Sihhatuna (program kesehatan berbentuk kampanye serta alokasi dana kesehatan), pembekalan alumni (segala aspek: agama, bisnis, ekonomi,dll) dan Gerakan Wakaf Buku.


Terkait program unggulan yang sudah dicanangkan ketika hendak menjabat, Farhan selaku Presiden demisioner 2020-2021 menyatakan, 90% program unggulan sudah terlaksana.


“Walaupun ada satu program unggulan yang menurut kita belum sesuai dengan keadaan, tetapi esensi dari program unggulan itu kita alihkan di program lain. Yaitu dari gerakan wakaf buku. Kita menginginkan wakaf ke Indonesia. Tetapi karena terhalang waktu dan kondisi, akhirnya kita mengalihkan dengan pengadaan buku untuk karya ulama nusantara yang bekerjasama dengan PMIK,” Papar Farhan pada Informatika, Sabtu (24/07) ketika ditemui di Wisma Nusantara.


Untuk program unggulan lainnya seperti Formasi, Farhan menjelaskan bahwasanya tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Formasi hampir sama dengan Kajian Strategis (Kastrat) yang merupakan program PPMI Mesir periode lalu. Sehingga tahun ini, program tersebut dioptimalisasi tanpa mengubah nama programnya.


Kendala Pelaksanaan Program Unggulan


Farhan mengungkapkan, dalam merealisasikan program unggulan yang dicanangkan, ia dan jajarannya banyak menghadapi kendala.


Contohnya seperti dalam perealisasian program database. Bagaimana menemukan sistem yang dapat bertahan lama dan berkelanjutan. Salah satu hal yang ditakutkan dalam pengoperasian sistem tersebut jika yang memegang tampuk kepemimpinan selanjutnya tidak dapat mempertahankan sistem.


“Oleh karena itu, kami berpikir bagaimana caranya merancang sistem tersebut sesimpel mungkin sehingga bisa diwariskan kepada generasi-generasi selanjutnya. Tidak hanya itu, kami juga beradaptasi dengan sistem yang error dan segala macamnya. Intinya, program-program unggulan yang kami canangkan, pelaksanaannya menyesuaikan dengan keadaan Masisir dan Mesir itu sendiri yang pada saat itu sedang menerapkan protokol pandemi,” Jelas Farhan.


Keuntungan PPMI Mesir dengan Terealisasinya Program Unggulan Tersebut


Merupakan salah satu keuntungan PPMI Mesir dari terealisasinya program-program unggulan adalah dapat mengerucutkan segala problematika yang ada di Masisir. Dengan sistem database, jumlah anggota PPMI Mesir bisa terlihat. Kemudian daerah-daerah tempat tinggal Masisir bisa terpetakan. Hal-hal terkait kondisi ekonomi dan kesehatan Masisir juga mudah terdata. Sehingga terbentuklah grafik jumlah dan kondisi Masisir.


Dalam hal pembekalan alumni, Farhan mengakui adanya pengalihan program tersebut ke rentetan pelaksanaan pra acara wisuda PPMI Mesir. Sehingga bukan hanya di bidang pendidikan saja, tetapi juga dalam bidang kewiraswastaan, ekonomi, bisnis dan diplomasi. Sehingga menawarkan banyak peluang pekerjaan kepada wisudawan dalam pencapaian karier setelahnya.


Pandangan Masisir yang Merasakan Terealisasinya Program Unggulan


“Kondisi saat ini masih tergolong belum kondusif sehingga kegiatan belum bisa dilakukan secara bebas. Tetapi bisa kita akui dari beberapa program unggulan, ada 85% terlaksana dan terasa. Dalam hal ini menurut pandangan saya, program-program tersebut terlaksana atas dasar sinergitas PPMI Mesir dengan lembaga-lembaga terkait.” Ungkap Ghifara Cally, mahasiswi tingkat satu jurusan Syari’ah Islamiyyah kepada Informatika, Sabtu (24/07).


Selaras dengan dibentuknya biro kesehatan dan departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), kerjasama dalam himbauan dan penyaluran bantuan kesehatan, ataupun webinar pembekalan masisir ataupun alumni.


Ghifara, yang juga merupakan Ketua Angkatan Zhafera (kedatangan 2019) memandang program-program yang dilakukan PPMI Mesir 2020-2021 masih belum bisa dirasakan beberapa golongan di Masisir. Menurutnya, ini disebabkan belum menyeluruhnya pergerakan PPMI Mesir dalam merangkul elemen-elemen yang ada.


Pandangan Penasihat PPMI Mesir 2020-2021 Terkait Pelaksanaan Program Selama Satu Periode Ini.


Najid Akhtiar, Lc., Penasihat PPMI Mesir 2020-2021 mengatakan, program umum PPMI Mesir dibawah komando Farhan-Rifky dinilai telah bergerak kearah yang lebih progresif. Bermacam persoalan diselesaikaan dan administrasi dirapikan, serta hubungan yang dibangun dengan berbagai instansi semakin romantis. Kekurangan yang ada merupakan hal yang wajar meskipun semua itu harus dijadikan catatan untuk dibenahi bersama.


“Pesan saya untuk kabinet selanjutnya, bersama segala problematika yang diamanahkan oleh kabinet sebelumnya, anda juga diwariskan privilege (hak istimewa, red) dan fondasi yang lebih kokoh dibanding yang dulu mereka terima. Jaga amanah itu, jaga warisan itu, mari bersama berbuat untuk kebaikan bersama. Kabinet demisioner maupun kabinet terpilih, dimanapun anda berada semoga Allah menyertai,” Pungkas Najid.


Reporter: Indri Raisa Hanum
Editor: Naya Salsa

Comment

Berita Lainnya