fbpx

Maraknya Tindak Asusila di Lingkungan Pelajar dan Mahasiswa, Kedua Capres-Cawapres PPMI Mesir Tawarkan Solusi Adakan Muhammadiyah Day 2022, PCI Muhamadiyah Mesir Undang Seluruh Afiliatif dan Simpatisan Turut Sukseskan Agenda SIC, Kepala Sekolah: Masisir Sangat Membantu Juarai Lomba Catur Indonesian Games, Langguly: Saya Pede Survei Kepuasan Masisir Terhadap100 Hari Kinerja Ahsan-Kevin Sebagai Presiden dan Wakil Presiden PPMI Mesir 2021-2022

Aktualita · 21 Jul 2022 21:32 WIB ·

Miftah Wibowo: Kairo 1925 Menjadi Kota Terbersih di Dunia, Sekarang Menjadi Kota yang Tak Terbayangkan


Dok: Panitia Perbesar

Dok: Panitia

Informatikamesir.net–Kairo, “sebagai contoh (kawasan) dipuji-puji orang adalah downtown, sebagai kawasan yang dipuji orang tahun 1925-1948” ujar Miftah Wibowo, panelis Student Dialogue Community (SDC), Minggu (17/7) di Wisma Nusantara saat dimintai keterangan atas pernyataan bahwa “Darrasah, Darb Ahmar, Darb dalil dan wilayah sekitarnya kota kairo dulunya menjadi kota terindah mengalahkan Paris, Inggris dan Negara negara seluruh dunia, sekarang dipertanyakan kelayakannya untuk ditinggali .”

Ia juga menjelaskan setelah tahun tersebut urbanisasi besar-besaran datang dari desa sehingga mereka yang tidak memiliki tempat tinggal pergi ke Qarafah (red: Kota Mati atau yang lebih dikenal dengan istilah “The City of the Dead“) ataupun dengan  membangun rumah kardus di atas imarah (red: bangunan) yang sudah ada setelah lama tinggal disana, mereka membangun rumah kardus tadi menjadi dua sampai tiga lantai sehingga menjadi satu kesatuan di atas imarah itu.

“Dulu Darrasah pernah menjadi tempat tinggal Aristokrat, Bangsawan, Ulama dan tokoh, makanya orang-orang yang tholabah yang tinggal di abad ke-19 (1850-an sampai 1870-an) pernah merasakan kenyamanan karena karomah Azhary, namun karena terjadi pergerakan yang sulit untuk menyebutkannya di forum ini pada intinya karena pergerakan ini menghilangkan generasi, kemudian mereka pindah.”

Kawasan Darrasah pun pernah ditinggali oleh Aristokrat Yahudi sehingga banyak istana-istana bangunan bangunan yang megah, kemudian pada tahun 50 an hingga tahun 70 an terjadi perang sehingga orang yahudi yang tidak ikut zionis dieksekusi mati, mau tidak mau mereka mencari tempat yang lain, kemudian rumah-rumah ini diisi oleh orang lokal dengan cara hidup bebeda, yang tadinya diisi oleh orang aristokrat kini diisi oleh orang-orang desa yang kurang edukasi dan mulai dari sana terjadi perubahan yang kemudian menjadi sebab kemunduran kawasan ini.

Selain sebab di atas penyebab atas kemunduran kota ini juga dikarenakan bangunan-bangunan roboh yang terlihat di Kairo bisa jadi efek dari gempa yang pernah terjadi di kairo kemudian dikarenakan pemerintah kekurang uang dalam membangun tempat tersebut  wisata dan rumah tua maka bangunan itu ikut terbengkalai

Reporter: Azmi Putra Gayo

Editor: Hanisa Zulistia

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Masisir Tak Ahli di Jurusan Kampus, Merasa Khianati Almamater, Saiful Millah, Lc. Beri Semangat dengan Bahasa Radikal

21 July 2022 - 20:06 WIB

WhatsApp Image 2022 07 22 at 03.03.00 85x85 - Masisir Tak Ahli di Jurusan Kampus, Merasa Khianati Almamater, Saiful Millah, Lc. Beri Semangat dengan Bahasa Radikal

Wakil Komandan DKKM PPMI Mesir Pertanyakan Keamanan Solusi Radikal Saiful Millah

18 July 2022 - 17:12 WIB

Wakil Komandan DKKM dalam acara SDC. (Sumber: Dok. Panitia)

Pandang Tinggal di Darrasah secara Akademik Sudah Tak Relevan, Saiful Millah Hadirkan Solusi Radikal

18 July 2022 - 15:58 WIB

Saiful Millah, Lc., Aktivis Akademis Masisir. (Dok. Panitia SDC)

Adakan Gala Premiere Film “4+1”, Dubes Lutfi Rauf: Tidak Ada Satupun yang Pernah Ikut IKJ

15 May 2022 - 17:46 WIB

WhatsApp Image 2022 05 15 at 16.57.49 85x85 - Adakan Gala Premiere Film "4+1", Dubes Lutfi Rauf: Tidak Ada Satupun yang Pernah Ikut IKJ

Hadiri Halal Bihalal Intelektual, Dubes RI untuk Tunisia Singgung Isu Al-Azhar Hanya Majelis Taklim

6 May 2022 - 03:32 WIB

Zuhairi Misrawi dalam acara Halal Bihalal dan Peluncuran Kopiah.co. (Sumber: Dokumentasi Informatika/Usamah)

Produksi Film Pendek Seharga EGP 15 Ribu, Lebih Besar dari KPJ, Menko IV PPMI Mesir: Tidak Perlu Jadi Perbandingan

3 May 2022 - 04:35 WIB

Proses pengambilan Film Pendek "4+1" PPMI Mesir. (Sumber: Dok. Tim Produksi Film Pendek "4+1")
Trending di Analisis Ringan