by

Selenggarakan Webinar, Moderator: Sanad Al-Azhar dan Dayah Aceh Bersambung

Informatikamesir.net, Kairo–Thaiburrifqi Ananda, Moderator dalam Webinar bertemakan “Al-Azhar dan Dayah untuk Aceh” itu mengungkapkan, dalam khazanah keilmuan, sanad Al-Azhar dan dayah Aceh itu bersambung.

Hal ini dibuktikan dengan kitab-kitab yang diajarkan di dayah, kebanyakan adalah karangan ulama-ulama Al-Azhar. Seperti: Tafsir Jalalain karya Jalaluddin As-Syuthi dan Jalaludin al-Mahalliy, Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani dan lain sebagainya.

“Lebih lagi, agama dan budaya di Aceh tidak dipisahkan, seperti dua mata uang, ruh dan jasad,” tambah Thaiburrifqi.

Selain itu, dalam Webinar yang Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) selenggarakan itu menghadirkan para pemateri yang banyak membahas kebudayaan serta perkembangan Al-Azhar dan dayah Aceh, sebagai tombak perkembangan Islam Moderat di Indonesia, juga sebagai khazanah keilmuan yang menuntun manhaj al-Azhar sebagai dasar Islam wasathiyyah.

Dalam acara yang disiarkan lewat Zoom dan kanal Youtube KMA TV pada Sabtu, (29/8) itu, salah seorang pemateri, H. Zahrul Fuadi Mubarrak, M.Pd. mengungkapkan, Al-Azhar dan dayah Aceh sebagai lembaga pendidikan yang berdiri sejak ratusan tahun silam, merupakan benteng akidah ahlussunnah wal jama’ah.

Menurut Zahrul, lembaga pendidikan dayah di Aceh sudah ada sejak awal berdirinya kerajaan Islam di Nusantara. Dayah-dayah itu tersebar di berbagai wilayah dan memegang peranan penting dalam penyebaran Islam ke berbagai wilayah Nusantara.

Ia juga menjelaskan, dayah diambil dari kata zawiyyah, yaitu sudutyang banyak terdapat di perkampungan sebagai basis utama pembelajaran agama Islam di bumi Nanggroe Aceh Darussalam.

Zahrul menambahkan, Al-Azhar dan dayah menerapkan tarbiyah (pembelajaran) berbasis Tasawuf dan praktik Fiqih yang bermazhab, mengikuti jejak Al-Azhar sebagai pembawa misi risalah al-alamiyah al-kubra atau dakwah universal sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw.

Selain itu, Zahrul juga menyinggung para alumni Al-Azhar dan dayah untuk selalu bersinergi dan memperkuat penyebaran keilmuan di berbagai pelosok Aceh, agar tercapainya pemerataan kuantitas kiprah alumni, saling bersinergi satu sama lain, dan selalu berjalan beriringan.

Reporter: Muhammad Nurul Fajri

Editor: Wahyudi Maulana Hilmy

Comment

Berita Lainnya