Pengalaman Azhari Organisator: Kaidah Tuhan Mudah
Mochammad Malik Abdul Aziz, Lc., biasa dipanggil Malik, lahir di Krapyak Sewon, Bantul, 6 November 2000. Akan tetapi, yang tertulis di akta kelahiran adalah Kota Tuban sebagai tempat lahir Malik karena di sanalah tempat akta Malik dibuatkan.
Dahulu, Malik adalah seorang santri di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman pada tahun 2012 sampai tahun 2015. Lalu, Malik melanjutkan studinya di Perguruan Islam Mathlaul Falah pada tahun 2015 sampai tahun 2021, kemudian berkuliah di Universitas Al-Azhar Kairo jurusan syariah islamiah. Ia merupakan peraih beasiswa LAZIS ASFA dan sukses meraih gelar licentiate-nya di tahun ini.
Malik adalah pribadi yang sangat menggemari pelajaran usul fikih. Malik telah memperdalam usul fikih dari dasar sampai ke pendalaman usul fikih tingkat muntahi (red: lanjutan) dengan profesor Al Azhar yang diadakan oleh para mahasiswa S-2 di Al Azhar. Beliau beberapa kali menyelesaikan kitab usul fikih, di antara nya waraqat, luma’, minhajul wusul, dan terakhir kali, ia telah selesai mempelajari kitab al-mustasfa. Dari tahun pertama kuliah, Malik benar-benar fokuskan diri ke pembelajaran.
Selain berkutat di pendidikan, Malik juga aktif di organisasi. Semasa menjadi santri, ia pernah 2 tahun menjadi ketua keamanan pondok dan setahun menjadi ketua pondok. Di tahun pertama di Mesir, ia menjadi koordinator divisi keilmuan di angkatan kekeluargaan dan memunculkan beberapa program terobosan. Belum genap satu tahun, Malik diangkat menjadi Ketua Almamater KMF (Keluarga Mathlaul Falah) Mesir. Belum selesai menjadi ketua almamater, Malik diangkat menjadi Ketua Banser Mesir. Di sela-sela itu juga, Malik mengikuti kelas khusus dan menjadi anggota Kajian Kepenulisan Al Mizan—salah satu lembaga kajian Masisir. Sampai saat ini, Malik masih aktif dengan mengemban amanat menjadi Ketua KSW (Kelompok Studi Walisongo).
Malik adalah pribadi yang disiplin dan sangat menghargai waktu. Ia tidak rela membiarkan waktu terbuang begitu saja. Malik selalu berusaha memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, entah itu dengan membaca, belajar, talaki, bahkan sampai membuat konten-konten edukasi di waktu kosongnya. Satu buku ia selesaikan minimal dalam dua minggu. Malam ia gunakan untuk belajar, entah itu dari rekaman, talaki, atau membaca buku sendiri dan selalu beristirahat sebelum jam 12 malam. Ia juga gemar berolahraga karena baginya kesehatan itu sangat penting.
Dengan kesibukan yang memadat, Malik tetap mengusahakan untuk salat berjamaah di masjid. Malik selalu menyempatkan waktu untuk bermuhasabah. Beliau berpesan bahwa segala pencapaian kita sekarang adalah pelajaran. Baginya, hidup adalah tentang memahami dan merasakan. “Selama kamu berusaha berbuat baik, seharusnya tidak ada yang kamu khawatirkan. Mudah sekali kaidah Tuhan,” pesannya. “Semakin luas pengetahuan kita, semakin sedikit potensi keangkuhan kita. Semakin sedikit pemahaman kita, maka semakin besar potensi keangkuhan kita,” tambahnya. Baginya juga, keberhasilan seseorang dalam menjalani kehidupan adalah saat ia berhasil menjalankan salat lima waktu dengan berjamaah.
_____________
Reporter: Isa Latif Zein
Editor: Muhammad Saladin Ghaza Al Arsyad
_____________
Informatika Mesir membangun masa depan dengan dialog dan komunikasi.
Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!
Klik di sini


