Dari Jual Pulsa hingga Ramen, Perjalanan Bisnis Basmah Aman di Mesir
Informatikamesir.net. Kairo – Dalam membangun bisnis bukan hanya soal modal dan strategi. Bagi Basmah Aman itu adalah soal ketekunan dan kesabaran. Sejak mendirikan Pucca Ramen pada Januari 2021, Basmah telah melewati perjalanan panjang yang penuh lika-liku perjalanan yang dimulai jauh sebelum ramen menjadi bisnis utamanya.
Sebagai perempuan yang hidup dan berusaha di negeri orang selama 22 tahun, Basmah menyadari bahwa tantangan yang dihadapi tidak sederhana. Ada masa ketika lelah datang dan rasa tidak kuat muncul. Namun baginya, keputusan untuk memulai usaha berarti komitmen untuk bertahan selama masih ada jalan yang bisa ditempuh.
“Kalau sudah mulai, berarti harus dilanjutkan sampai titik akhir. Selama masih bisa diusahakan, ya harus terus,” ujarnya.
Keberanian Basmah membuka bisnis di Mesir tidak hanya bersumber dari latar belakang pendidikan bisnis, tetapi juga dari pengalaman panjang mencoba berbagai usaha kecil. Ia pernah menjual pulsa hingga berjualan keripik.
Saat itu, sistem transfer belum semudah sekarang. Basmah harus berkeliling mengambil pembayaran secara langsung, pengalaman yang tanpa disadari membentuk kedisiplinan dan ketahanan dirinya.
Pengalaman tersebut juga mengasah berbagai keterampilan yang awalnya tampak tidak berkaitan. Mulai dari mengelola dokumen, mengoordinasikan orang, hingga membangun relasi. Menurut Basmah, semua keterampilan itu pada akhirnya terpakai dalam mengelola bisnis.
“Walaupun kelihatannya nggak ada hubungannya, suatu hari pasti kepakai,” katanya.
Pucca Ramen lahir juga pada momentum yang tidak direncanakan yakni tren drama Korea yang waktu itu marak dibicarakan. Ramen yang sering muncul di layar televisi memunculkan rasa penasaran di kalangan warga lokal.
Dari peluang itulah Basma melihat celah untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda, tidak hanya untuk komunitas masisir, tetapi juga bagi warlok.
Keputusan untuk tampil berbeda memang tidak selalu mudah. Pucca Ramen beroperasi secara legal dan menempati lokasi terbuka, yang tentu menuntut proses dan biaya tidak sedikit. Basma menyebut pembukaan satu cabang dapat memakan biaya hingga jutaan pound Mesir. Namun baginya, legalitas adalah bagian dari komitmen jangka panjang.
Dalam perjalanannya, Pucca Ramen terus berkembang dan menarik pengunjung dari berbagai latar belakang. Selain warlok dan masisir juga pelanggan datang dari beragam negara.
Meski begitu, perjalanan bisnis tidak selalu menanjak. Kondisi ekonomi Mesir yang merosot pada 2024–2025 menjadi tantangan tersendiri. Ada masa ketika arah terasa kabur dan keputusan sulit harus diambil. Namun hingga kini, Basmah belum terpikir untuk mengganti lini bisnis yang telah ia bangun dengan penuh perjuangan.
Basma juga menekankan peran perempuan dalam dunia usaha. Ia menyebut perempuan sebagai “superhero” karena mampu bertahan di tengah tekanan yang berlapis. Partner bisnis Pucca Ramen yang juga perempuan asal Mesir menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kepercayaan dapat menjadi kekuatan utama.
Kepada generasi masisir yang lebih muda, Basmah berpesan agar tidak membatasi diri pada satu kemampuan saja. Menurutnya, setiap pengalaman sekecil apapun adalah investasi masa depan.
“Kalau ada kemauan, pasti bisa. Asah skill sebanyak mungkin, tekuni, dan jangan takut beda,” ujarnya.
Dari menjual pulsa hingga mengelola restoran ramen di negeri orang, perjalanan Basmah Aman adalah kisah tentang ketekunan, keberanian, dan keyakinan bahwa setiap proses, pada akhirnya akan menemukan maknanya.
Reporter : Afifah Al Tafunnisa
Editor: Afifah Azmi Saiyidah
Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!
Klik di sini




