by

Gelar Turnamen Kambing Cup, Ketua Panitia Ungkap Keinginannya Rangkul Semua Elemen Masisir

Informatikamesir.net, Kairo—“Jadi, kita buka untuk umum, tidak berpatokan pada kekeluargaan, almamater, afiliatif, atau apa pun itu. Semuanya bebas bisa mengikuti acara Kambing Cup, (untuk) menyatukan semua elemen Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir),” ungkap M. Hasbin Qudrotulillah, Ketua Pelaksana Kambing Cup 2020 kepada kru Informatika, Senin (5/10), via telepon.

Hasbin juga menerangkan, ada banyak perbedaan antara Kambing Cup tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya adalah jumlah tim yang berlaga dalam turnamen tahun ini bertambah menjadi 20 tim yang pada tahun-tahun sebelumnya hanya 16 tim saja.

Selain itu kata dia, untuk pertama kalinya juga acara “Kambing Cup” ini diadakan di Nadi Gamaliyah yang terletak di Darrosah, mengingat banyaknya populasi Masisir yang menghuni kawasan itu dalam beberapa tahun terakhir.

Ada pun pengambilan nama turnamen tahunan yang Keluarga Mahasiswa Banten (KMB) Mesir gelar itu menurut Hasbin, nama “Kambing Cup” muncul saat para pencetus acara tersebut tidak mau repot mencarikan nama yang pas untuk acara itu.

Akhirnya mereka bersepakat untuk menamainya dengan “Kambing Cup” karena hadiah untuk pemenang dalam turnamen itu berupa seekor kambing. Sedangkan untuk juara kedua (runner-up) mendapatkan 10 ekor ayam.

Di akhir wawancara, Hasbin juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kepatuhan serta partisipasi yang baik dari para peserta yang telah menaati segala bentuk protokol kesehatan yang telah panitia informasikan, seperti keharusan memakai masker, pembatasan jumlah massa yang hadir (hanya pemain dan official tim), serta penggunaan Hand Sanitizer sebelum memasuki lokasi acara.

Reporter : Ari Pratama Syuhada

Editor: Defri Cahyo Husain

Comment

Berita Lainnya