by

Adakan Mu’tamar Ath-Thullab Al-‘Aalamiy, Dana Acara Tidak Tembus di RAPBO PPMI Mesir

Informatikamesir.net, Kairo— Mu’tamar At-thullaab Al-‘alamiy (Konferensi Mahasiswa Internasional) yang akan dihelat pada Selasa, (25/05) mendatang telah dimulai persiapannya dengan anggaran 0 EGP dari APBO (Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi) PPMI Mesir.

“Kemarin memang kita kosongkan (anggarannya, red) bahkan tidak sempat goal di RAPBO,” ujar Rifky Ramdhani, Wakil Presiden PPMI Mesir kepada Kru Informatika Kamis, (29/04) lalu.

Screenshot 20210506 140241 Drive 2 - Adakan Mu'tamar Ath-Thullab Al-'Aalamiy, Dana Acara Tidak Tembus di RAPBO PPMI Mesir
Anggaran O EGP di APBO untuk acara Mu’tamar Ath-Thullab Al-‘Aalamiy (Sumber: Berita Acara Sidang Pleno III BPA PPMI Mesir 2020-2021)


Konferensi ini juga sempat tidak mereka pertahankan karena beberapa pertimbangan adanya risiko yang cukup besar.


“Sempat kita pikirkan, oh mungkin tidak dulu ISC (International Student Conference, red), seminggu setelah RAPBO kita melihat kembali kondisi. Seperti yang saya katakan pandemi ini kondisi emang berubah-ubah, setelah melakukan lagi pertimbangan dan lain sebagainya, kita ingin mengadakan ISC dengan konsekuensi tidak ada dana di RAPBO,” jelas Rifky.


Dengan konsekuensi yang ada, panitia penyelenggara hanya bisa berharap pada dana proposal. Terlepas dari itu semua, jajaran Dewan Pengurus (DP) PPMI Mesir masih mencoba untuk mendiskusikan lagi di komisi mengenai dana yang akan dianggarkan untuk Menteri Koordinator (Menko) II.


“Kita coba anggarkan untuk ISC ini meskipun di luar RAPBO, karena PPMI Mesir selalu ada kas cadangan untuk agenda yang tak terduga. Itu yang sedang kita usahakan,” tambahnya.


Terkait dana dengan kisaran angka 3.000-5.000 EGP yang ada sekarang, Rifky menyatakan bahwa dana tersebut merupakan dana pribadi dari Wakil Presiden dan anggota DP lainnya, juga dana cair milik Menko II yang seluruhnya masih bersifat sementara.


Di samping itu, dengan keadaan Mesir yang sedang dalam masa gelombang ketiga Covid-19, Rifky mengatakan tidak ada kesulitan tertentu dalam proses izin ke KBRI Kairo mengenai agenda-agenda yang akan dilaksanakan oleh pihak PPMI Mesir.


“Hanya bentuk himbauan saja dari KBRI (Kairo, red) untuk tetap mengikuti bagaimana protokol kesehatan yang ditetapkan dari Mesir,” ungkapnya.


Dalam artian, Mesir hingga detik ini dalam aturannya menetapkan hanya memperbolehkan 50% dari kuota tempat yang digunakan.


“50% kalau enggak salah dari auditorium itu masih boleh. Berpegang dari itu maka kami berani untuk mengadakan agenda ISC ini,” pungkas Rifky.


Repoter: Hanisa Zulistia
Editor: Naya Salsa

Comment

Berita Lainnya