Informatika Mesir
Home Berita Terkini Tak Ingin Sastra Dipandang Sebelah Mata, Usbu’ Adab wa Tarikh 2026 Buka Ruang bagi Mahasiswa Lintas Fakultas

Tak Ingin Sastra Dipandang Sebelah Mata, Usbu’ Adab wa Tarikh 2026 Buka Ruang bagi Mahasiswa Lintas Fakultas

Sumber: dokumentasi panitia

Informatikamesir.net, Kairo – Ghiyast Hamdi, Ketua Pelaksana Usbu’ Adab wa Tarikh 2026, berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa lintas fakultas untuk mengenal sastra lebih dalam agar tidak memandangnya sebelah mata. Hal itu disampaikan dalam Grand Closing Usbu’ Adab wa Tarikh, Kamis (13/8) di Aula Idarah Wafidin, Madinat Bu’uts.

Ghiyast mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa Lughah dan Tarikh untuk memperkenalkan bidang yang mereka pelajari kepada mahasiswa dari fakultas lain, termasuk Syariah dan Ushuluddin. 

“Harapan kita dengan adanya acara Usbu’ Adab wa Tarikh ini bisa memantik teman-teman semua untuk lebih mengenal sastra lebih dalam. Tentu salah satu syiar kita juga sebagai mahasiswa Lughah dan Tarikh, biar anak-anak Syariah dan Ushuluddin juga bisa tahu, di Lughah kita belajar apa, sastra dan sejarah, dan agar sastra tidak dipandang sebelah mata,” ujar Ghiyast dalam wawancaranya bersama tim Informatika Mesir.

Berbeda dengan acara penganugerahan yang hanya berlangsung sehari, Ghiyast menjelaskan bahwa Usbu’ Adab wa Tarikh tahun ini dikemas dalam rangkaian acara selama empat hari. Rangkaian tersebut meliputi grand opening berupa bincang sastra dan sejarah, rihlah tarikhiyah, rihlah adabiyah, hingga grand closing yang memadukan seminar dan penganugerahan.

Dalam rihlah tarikhiyah pada 9 Agustus, peserta mengunjungi Prince Mohamed Ali Palace. Didampingi oleh komunitas Pojok Peradaban yang bergerak di bidang sejarah. Adapun rihlah adabiyah digelar dua hari kemudian di Ahmed Shawky Museum bersama mahasiswa bidang sastra dan kritik sastra sebagai pemandu.

Ghiyast menambahkan bahwa Usbu’ Adab wa Tarikh tahun ini mengangkat tema kritik dari perspektif sastra dan sejarah. Tema tersebut juga diangkat dalam Mimbar Cendekia pada Grand Closing melalui pembahasan at-Turats wa an-Naqd bersama Dr. Al-Baraa Safwan Abdul Ghani, dosen Sastra dan Kritik Fakultas Bahasa Arab Kairo, Universitas Al-Azhar.

Usbu’ Adab wa Tarikh sendiri telah diselenggarakan selama empat tahun terakhir. Menurut Ghiyast, penyelenggaraannya mulai dikembangkan dalam skala yang lebih besar sejak tahun lalu. Tahun ini, rangkaian kegiatan kembali dibuka untuk umum. Namun, Ghiyast mengakui sosialisasi masih perlu dievaluasi agar penyelenggaraan berikutnya dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa.

Reporter: Fahdi Hishnuddin Rantisi

Editor: Faqih Billah

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad