Informatika Mesir
Home Sorotan Editorial: Citra Organisasi atau Citra Cagub?

Editorial: Citra Organisasi atau Citra Cagub?

Sumber: istimewa

Informatikamesir.net, Kairo – Ada yang senang dipuji, tapi gagap dikritik. Ada pula sosok yang menikmati tingginya jabatan, tapi sampai lupa kalau tingginya jabatan bukanlah hak untuk mematikan suara. Kami sungguh menyayangkan sekali sikap dari yang terhormat Bapak-bapak DK (Dewan Konsultatif) KSMR atas “arahannya” untuk men-take down bahkan menuntut adanya video pernyataan minta maaf yang diunggah pada Selasa (15/09/2026) terhadap berita hangat yang menampilkan elektabilitas para cagub (calon gubernur) dari KSMR. Sungguh sangat disayangkan sekali.

Sebelumnya perlu kita ketahui dan sepakati bersama bahwa protokol liputan yang ada di media massa atau jurnalistik itu berbeda dengan protokol yang ada pada divisi humas (hubungan masyarakat) organisasi. Lantas apa perbedaannya? Secara garis besarnya, humas organisasi menyampaikan berita jalannya suatu acara. Sementara, jurnalistik ia menyampaikan berita yang mengandung wow factor (nilai, sudut pandang, atau human interest dari suatu berita) nan menggigit dari acara yang berjalan tersebut. Apakah hanya menyampaikan berita wow factor saja? Tentu saja tidak. Banyak sekali yang bisa dihasilkan dari liputan tersebut. Bisa berupa analisis ringan, investigasi, opini kritis, dan lain sebagainya.

Jurnalisme sejati itu bukan sebatas divisi humas organisasi yang menghasilkan tulisan berdasarkan narasi event organisasi. Maka seharusnya, Anda-anda ini dan siapapun yang menduduki jabatan yang strategis harus lebih berhati-hati dalam beretika, entah itu beretika dalam berbicara ataupun tingkah saat berada di ruang publik. Terlebih lagi ketika menghadirkan dan mengundang media massa. Jangan harap lho ya kalau tulisannya itu  bukan sebatas berita acara.

Dalam perkara Al-Jauhar, apabila memang dirasa ada kutipan yang kurang tepat dari pernyataan cagub (calon gubernur), bukankah sudah tersedia jalan nan jauh sederhana? Sampaikan keberatan. Tunjukkan bagian yang keliru. Berikan klarifikasi. Jika memang terbukti ada kesalahan, media melakukan koreksi. Selesai. Nah proses inilah yang dinamakan dengan hak jawab dan koreksi.

Tetapi, setelah dicek dari video debat antar cagub KSMR yang ada. Bukankah perkataan Cagub Abdi Zhil Ikram ini sudah sesuai dengan klarifikasi koreksi yang dilakukan Pimpinan Redaksi Al-Jauhar? Dari sini wajar kalau timbul kecurigaan terhadap adanya (potensi) permainan yang tidak sehat. Bukankah dalam kompetisi ini para DK harus bersikap netral? Semoga suuzan ini keliru. 

Melihat hal ini, timbul pertanyaan yang muncul, apa kesalahan Al-Jauhar? Proses bagian mana yang tidak sesuai? Apa dasar pen-takedown-an (penarikan kembali) artikel berita beserta keterangan koreksi redaksional tersebut? Apakah Al-Jauhar benar-benar diberi ruang kebebasan nan independen sebagai media massa, khususnya dalam mengkritisi setiap cagub? Apakah intervensi dari DK terhadap media Al-Jauhar tersebut adalah untuk kemaslahatan citra KSMR secara menyeluruh atau citra dan elektabilitas cagub semata? 

Kami rasa sampai sini yang perlu melakukan koreksi bukanlah pihak Al-Jauhar. Melainkan pihak cagub Abdi Zhil Ikram terhadap ucapannya sendiri. Pernyataannya sama saja dengan ibarat Prabowo menyatakan, “Kalau kita cuman ikut UUD, sama aja cuman ngikutin omongan orang. Enggak ada intregitasnya,” pun begitu pula bapak-bapak DK yang terhormat atas tindakannya terkait perilaku yang katanya “arahan” untuk men-take down bahkan membuat video permintaan maaf.

Kepada para DK KSMR yang terhormat, meskipun secara struktur Al-Jauhar berada di bawah nama KSMR, tapi perlu diingat bahwa media massa bukan pelayan organisasi. Media massa bukan pula alat untuk mempercantik citra organisasi semata, apalagi citra cagub. Tetapi ia adalah watchdog yang menggigit. Ia tidak ditugaskan untuk menjilat-jilat dan mengelus-elus setiap kebijakan atau perkara, namun ia hadir untuk mengawasi, mempertanyakan, bila perlu menggonggong keras ketika mencium sesuatu yang tidak beres, khususnya dari masing-masing cagub demi maslahat KSMR.

Kami harap, setelah muncul dan membaca tulisan ini, muncul pula respons yang bijaksana dari para DK KSMR tanpa adanya intimidasi ataupun ancaman. Adapun lahirnya tulisan ini tidak hanya merespons kejadian yang menimpa media Al-Jauhar, akan tetapi juga sebagai pengingat bersama status media massa sebagai sosok pengintai. Teruntuk kawan-kawan media massa Masisir, wa bil khusus kawan-kawan Al-Jauhar, di dalam setiap perkara, nyatakanlah kebenaran dan bukan benarkan kenyataan!

Salam Independensi!

Penulis: Faqih Billah (Pemimpin Redaksi Informatika Mesir)

Comment
Share:

1Comment

  1. Media pers anjing? Ya, media pers memang anjing penjaga yang akan menyalak setiap pelanggar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad