39 Tahun Beroperasi, Begini Sejarah Panjang Pembangunan Metro Kairo
Informatikamesir.net, Kairo – Metro bukan hanya transportasi biasa bagi masyarakat Kairo, melainkan moda transportasi yang sangat penting. Bukan hanya harganya terjakau, Metro juga menghubungkan daerah-daerah strategis di Kairo.
Hari ini, 27 September 2026, adalah hari peringatan ke-39 sejak Metro pertama kali beroperasi secara resmi. Melihat pekembangan Metro yang sudah beroperasi selama 39 tahun, bagaimana sebenarnya proses pembangunan Metro ini sampai menjadi moda transportasi yang sangat penting bagi masyarakat Kairo?
Gagasan Awal Pembangunan Metro
Sebagaimana dilansir dari shorouknews pembangunan Metro petama kali diusulkan pada zaman Raja Fuad I, ketika Insinyur Sayed Abdel Wahed sebagai seorang pekerja otoritas kereta api mengirimkan proposal pertama untuk membangun metro, akan tetapi proposal tersebut diabaikan oleh Raja sehingga berkas tersebut ditutup. Saat Gamal Abdel Nasser mengambil alih kekuasaan, berkas tersebut kembali dibuka dengan melibatkan para ahli dari Prancis untuk memulai membangun Metro. Pada 20 September 1970, pembentukan Otoritas Metro Kairo disetujui pada masa kepresidenan Anwar Sadat dan dioperasikan pada masa kepresidenan Hosni Mubarak.
Pembangunan Jalur Pertama
Mengutip dari arabcont proyek ini dilaksanakan oleh tujuh perusahaan patungan Prancis dan perusahaan Arab Contractors, yang dipimpin oleh Interinfera. Pembangunan metro dimulai dengan pembangunan jalur pertama yaitu jalur yang melewati daerah-daerah terpadat penduduknya. Jalur ini dibangun dengan menghubungkan jalur kereta api Helwan di selatan dengan jalur kereta api El Marg di timur laut Kairo melalui terowongan yang membentang di bawah pusat kota. Jalur ini memiliki panjang 44 km dan mencakup 34 stasiun, dengan bagian bawah tanah sepanjang 4,5 km, termasuk 5 stasiun bawah tanah.
Jalur ini dibangun dalam tiga fase. Pembangunan fase pertama Jalur 1 dimulai pada tahun 1982 dan selesai pada 1 Oktober 1987. Fase kedua selesai pada 12 April 1989, menghubungkan zona industri dan Universitas Helwan ke distrik komersial di pusat kota Kairo dan bagian Timur laut Kairo. Jalur ini diperpanjang hingga El Marg pada fase ketiga, mencakup jarak 42,7 km.
Serta terhubung dengan jalur kereta api utama Mesir hulu dan hilir di Stasiun El Shohadaa (dahulu Stasiun Mubarak), dengan jalur Suez/Ismailia di Stasiun Ain Shams, dan dengan jalur El Marg/Shibin El Qanater/Qalyub di Stasiun New El Marg. Jalur ini dirancang untuk mengangkut 60.000 penumpang/jam dengan kecepatan maksimum 80 km/jam dan interval antar kereta 150 detik.
Jalur Metro pertama di Mesir dibuka secara resmi pada fase pertama (Ramses/Helwan) pada tanggal 27 September 1987, dengan panjang 29 kilometer. Dua tahun selanjutnya, fase kedua proyek (Ramses – El Marg) dibuka dengan panjang 14 kilometer, dan kemudian fase-fase lain dari proyek nasional raksasa ini dibuka secara berturut-turut, membentuk jaringan yang luas.
Penambahan Jalur Kedua dan Ketiga
Dilansir dari cairometro seiring pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah, pemerintah Mesir mempertimbangkan untuk memperluas sistem Metro dengan membangun jalur kedua yang menghubungkan Kairo ke Provinsi Giza dan Qalyubia, menghubungkan Stasiun Kereta Api Shubra El Kheima dengan Stasiun Kereta Api Giza. Jalur kedua pun dibangun, membentang dari Stasiun Shubra El Kheima ke Giza, dengan dua stasiun penghubung dengan jalur 1: Stasiun El Shohadaa (Ramses) dan Stasiun Sadat (Tahrir).
Sebagai bagian dari rencana untuk meningkatkan jaringan transportasi, pembangunan jalur Metro ketiga dimulai, yang menghubungkan Kairo bagian Timur dan Barat. Jalur ini terhubung dengan jalur pertama di stasiun Gamal Abdel Nasser dan dengan jalur kedua di stasiun Ataba.
Tujuannya adalah untuk mengurangi lalu lintas darat untuk moda transportasi lain, setara dengan 2 juta perjalanan per hari dan menghemat 564 juta jam perjalanan setiap tahun di semua moda transportasi.
Rencana Pembangunan Jalur Baru
Rencana pembangunan tiga jalur tambahan juga sedang disusun, yaitu jalur keempat dari Kota 6 Oktober ke Kairo Baru, jalur kelima dari Kota Nasr ke Pantai Utara, dan jalur keenam dari El Khusus ke Maadi Baru.
Reporter: Ihsan Al Faruq
Editor: Dinda Nauli





