Informatika Mesir
Home Sorotan Wakil Panitia Simposium PPI Dunia Sebut Undang Fadli Zon Bukan Karena Background Personal 

Wakil Panitia Simposium PPI Dunia Sebut Undang Fadli Zon Bukan Karena Background Personal 

Sumber: dok. panitia

Informatikamesir.net, Kairo – Akmal Faris selaku Wakil Ketua II Simposium Internasional PPI Dunia menyebutkan bahwa undangan Fadli Zon sebagai pemateri tidak didasarkan pada background personal. Sebelumnya Akmal menjelaskan bahwa undangan ke Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan sudah selaras dengan tema acara. Akmal juga menambahkan, jika Fadli Zon memiliki pribadi yang kurang baik, pihak panitia tentu tidak akan mengundangnya. Hal ini disampaikannya saat sesi wawancara dengan tim Informatika Mesir pada Senin (21/09) Capital Palace, Nadi Sikkah.

“Panitia mengundang Pak Fadli Zon sebagai menteri kebudayaan yang selaras dengan tema kami. Kalau misalkan memang pribadinya kurang baik kami tidak mungkin mengundang karena akan membawa kesan buruk pada Masisir juga tapi kami mengundang beliau sebagai menteri kebudayaan bukan karena background personal dan yang bisa waktu itu cuma beliau.” Ujar Akmal.

Menanggapi pernyataan dari Sema FSQ, Akmal mengira bahwa Sema FSQ memandang Fadli Zon secara pribadi. Sementara itu, pihak panitia memandang Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan.

“Mungkin FSQ memandang pak Fadli Zon secara pribadi, sementara kami (panitia) mengundang bapak Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan RI.” tanggapnya. 

Sementara itu, hal serupa juga dinyatakan oleh Luqman Perdana Putra selaku Ketua Panitia Simposium Internasional terkait pengundangan Fadli Zon sebagai pemateri pada sesi kebudayaan. Dalam pernyataan tertulis yang disampaikannya melalui via WhatsApp, Luqman menegaskan bahwa undangan tersebut tidak didasarkan pada afiliasi politik penilaian pribadi maupun rekam jejak politik. Undangan tersebut didasarkan atas kapasitasnya sebagai Menteri Kebudayaan Republik Indonesia yang memiliki keterkaitan langsung dengan tema panel diangkat. 

Luqman menambahkan pihaknya menghormati penyampain kritik serta aspirasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa Simposium Internasional PPI Dunia berupaya menyediakan ruang bagi pertukaran gagasan secara terbuka dan kritis. Hal ini disampaikan dalam pernyataan tertulis yang menyatakan sikapnya terhadap SEMA FSQ. 

Namun, pertukaran gagasan secara terbuka tidak terjadi sepanjang acara karena kesempatan bertanya hanya diperuntukkan untuk peserta delegasi. Pihak Sema FSQ sendiri sangat menyayangkan kesempatan tersebut. Menurut mereka, momentum ini seharusnya bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. 

Reporter: Nurul Hipatanul Say’banti

Editor: Faqih Billah

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad