Informatika Mesir
Home Sorotan Syariat Bukan Sebatas Fikih: Simak Cara Ahmad Aufa In’am Membaca Kebutuhan Umat

Syariat Bukan Sebatas Fikih: Simak Cara Ahmad Aufa In’am Membaca Kebutuhan Umat

Sumber: dok. tim Informatika Mesir

informatikamesir.net, Kairo – Banyak orang awam yang mengira mendalami ilmu syariah hanyalah seputar konteks halal-haram, fatwa semata, dan dalil-dalil kaku. Kendati demikian, Ahmad Aufa In’am punya pandangan menarik terkait hal ini. Baginya, stigma tersebut tidak hanya bisa dijawab dengan argumen semata, tetapi juga bisa dibuktikan lewat catatan akademik, ikhtiar, dan kemampuan yang luar biasa.

Saat berbicara mengenai ilmu syariat, Aufa tidak ragu menjelaskan perspektifnya. Menurutnya, anggapan orang-orang bahwa Jurusan Syari’ah Islamiyah hanya sebatas fikih saja adalah sebuah kekeliruan.

“Kebanyakan orang mengira di Jurusan Syari’ah Islamiyah ini hanya berfokus pada fikih saja. Menurut saya, itu keliru,” ujarnya.

Aufa menambahkan juga bahwa sebaliknya, syariat adalah salah satu ilmu yang paling matang. Dalam artian, menuntut kesiapan di hampir semua cabang keilmuan Islam terlebih dahulu.

Dalam proses menuju kematangan tersebut, Aufa sukses membuktikannya lewat prestasi. Di masa studi tingkat tiga nya, ia berhasil meraih predikat mumtaz dan mengikuti prosesi Takrim Mutafawwiqin 2026 yang diadakan oleh SEMA-FSI (Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah Islamiyah) pada Ahad (1/11) di Universitas Al-Azhar.

Aufa menjelaskan secara runtut. Dengan  menilai bahwa, ilmu syariah itu membutuhkan ushul fikih. Sementara itu, ushul fikih itu sendiri tidak bisa berdiri tanpa ilmu lughawi, ilmu aqli, dan berbagai cabang ilmu lainnya. Artinya, seseorang tidak bisa masuk ke ranah syariah dengan bekal setengah-setengah saja.

Menariknya, memilih Jurusan Syari’ah Islamiyah sempat berbeda dengan harapan orang tuanya yang menginginkan Aufa mengambil jurusan Tafsir. Pilihan Aufa jatuh pada Syariah Islamiyah karena ia mencoba membaca realitas dan kebutuhan masyarakat di kampung halamannya.

“Kalau saya di tafsir atau ushuluddin, fokus saya nanti adalah dakwah model tafsir. Tapi masyarakat di desa saya jauh lebih membutuhkan hukum praktis sehari-hari,” tutur Aufa.

Di sinilah cara unik Aufa membaca kebutuhan umat bekerja. Ia menyadari untuk tetap menjaga kredibilitas, menjadi seorang tokoh yang menyebarkan ilmu harus butuh dedikasi dan rekam jejak yang teruji. Setiap langkah dan prestasi punya makna tersendiri di hati Aufa. Karena, semua hal tersebut dapat mendorong serta membangun portofolio dakwah yang kokoh. Agar kemampuan diri benar-benar teruji dan bisa dipertanggung jawabkan.

Menurut Aufa, di balik upaya menjawab kebutuhan umat, hal vital yang perlu disadari terlebih dahulu adalah mengukur kadar kemampuan diri. Ketika menyerap begitu banyak ilmu, mengejar ketertinggalan pemahaman adalah sebuah kewajiban. Jika kapasitas diri sudah mampu menjawab tantangan tersebut, maka berdiam diri bukanlah pilihan yang tepat untuk membenahi persoalan umat.

Pilihan hidup Aufa terbukti berbuah manis. Dirinya konsisten mempertahankan predikat mumtaz selama tiga tahun berturut-turut dan tercatat sebagai salah satu mahasiswa penerima beasiswa Bu’uts. Di luar jam kuliah, Aufa juga aktif menjabat sebagai Direktur Kepala Bidang Pendidikan di Lembaga Bimbingan Belajar Azhary Academy. Sebuah tanggung jawab yang ia jalankan beriringan dengan studinya hingga saat ini.

Di balik rentetan prestasinya, ada satu kekhawatiran yang jauh lebih besar di benak Aufa. Hal tersebut bahkan melampaui makna dari selembar penghargaan semata. 

“Saya ingin mendapat nilai bagus, itu pasti. Namun, saya jauh lebih takut kalau nanti ilmu saya tidak bermanfaat ketika sudah terjun langsung di masyarakat.”Jelas Aufa

Kekhawatiran Aufa ini bukan sekadar kecemasan biasa, melainkan cerminan dari kegelisahan para ulama terdahulu, sekaligus upaya untuk mewujudkan sabda Nabi bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Reporter: M. Habibie Al Islamy 

Editornya: Faqih Billah 

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad