by

Ungkap Kualitas Bahasa Arab Masisir Kurang, Founder MCC: Alumni Timur Tengah Lainnya Lebih Mahir

Informatikamesir.net, Kairo – “Kualitas Bahasa Arab masisir kurang dalam hal komunikasi. Sepengalaman saya ketika pulang di Indonesia, kemudian bertemu dengan alumni LIPIA dan Timur Tengah selain Mesir, mereka lebih mahir,” ungkap Fery Ramadhansyah, Lc. MA. pada Informatika selepas acara Talkshow Bahasa Bersama Native yang diselenggarakan Muslim Cendekia Center (MCC) pada Senin (19/04/2021) lalu.

Fery menjelaskan bahwa salah satu sebab kurangnya kualitas bahasa masisir adalah pengaruh dari bahasa Mesir (ammiyah) itu sendiri. Menurutnya hal ini diperkuat oleh fakta lapangan bahwa sebagian besar dosen Universitas di Mesir menyampaikan materi perkuliahan lebih dominan menggunakan bahasa ammiyah.

“Ada sebuah kebanggaan bagi mereka menggunakan bahasa ammiyah dan hal ini mempengaruhi kualitas bahasa fushah mahasiswa,” ujar kandidat Doktor Universitas Kairo ini.

Ia berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan kembali menghidupkan semangat berbahasa di masisir.

“Terutama bahasa arab karena itu identitas kita, kemudian bahasa inggris sebagai penunjang. Kalau diibaratkan, bahasa arab itu fardhu ‘ain dan bahasa inggris itu fardhu kifayah bagi kita,” ujar pria kelahiran Medan ini.

Ia berharap Central Language Improvement (CLI) milik Persatuan Pelajar & Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Language Corner (LC) milik Pelajar islam Indonesia (PII) Mesir dan komunitas-komunitas bahasa tetap survive mengedepankan kegiatan-kegiatan yang menarik minat masisir dalam meningkatkan kesadaran berbahasa sehingga yang lainnya terpanggil memperbaiki bahasa.

“Kalau bukan kita siapa lagi!” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Adisurya Pahlawan

Editor: Defri Cahyo Husein

Comment

Berita Lainnya