by

Tilik Ramadan Masisir Bukan di Masa Ujian, Adakah Rancangan Pemangku Kebijakan?

Informatikamesir.net, Kairo — Bulan Ramadan di kalangan Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) biasanya terisi dengan nuansa akademik dan ibadah, ditilik dari beberapa tahun terakhir, bulan Ramadan yang jatuh tepat di masa-masa ujian termin 2 Universitas Al-Azhar Kairo, membuat kegiatan Masisir yang masif dihentikan oleh pemangku kebijakan untuk sementara waktu, sebulan sebelum waktu ujian, agar mereka bisa fokus mempersiapkan dirinya dengan belajar.

Setelah beberapa tahun jatuh di masa-masa ujian, bulan Ramadan tahun ini datang ke waktu-waktu biasa, dimana Masisir menghiasi hari-harinya dengan berbagai kegiatan. Meskipun begitu, dengan eksistensi dan esensinya bagi umat muslim—yaitu menahan lapar dan dahaga, masihkah Ramadan tahun ini akan seperti bulan-bulan biasanya di kalangan Masisir? Banyakkah kegiatan yang nantinya sebulan kedepan akan membersamainya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Informatika sudah meminta rancangan kegiatan Masisir yang dicanangkan oleh pemangku kebijakan—dalam hal ini PPMI Mesir—selama Ramadan mendatang. Menurut Naufal Bahar, Kepala Biro Kesekretariatan PPMI Mesir, setelah ia tanyakan kepada para Menteri Koordinator PPMI Mesir, mereka tidak ada program khusus selama Bulan Ramadan ini.

Usut demi usut, pernyataan berbeda ternyata datang dari Direktur Departemen Dakwah Kementerian Koordinator (Kemenko) 4 PPMI Mesir, Arif Affandy yang mengatakan, mereka sudah mempunyai 1 program dengan menyiapkan 4 konten Ramadan untuk mereka siarkan di Youtube PPMI Mesir.

Kemudian tercium juga agenda dari Panitia Pemilu Raya (PPR) 2021. Selama Ramadan ini, berdasarkan data dari Ketua PPR 2021, rancangan kegiatan mereka antara lain: Proses Screening, Technical Meeting, dan Undian pada 15-17 April 2021, Masa Kampanye pada 18-28 April 2021, Debat Kandidat pada 25 April 2021, Masa Tenang pada 29-30 April 2021, dan Pemungutan Suara Calon Presiden PPMI Mesir 2021-2022 pada 1 Mei 2021.

Selain itu, ketika menelusuri lebih jauh ke pihak-pihak Kekeluargaan Nusantara, rata-rata dari mereka mengisi Bulan Ramadan dengan kegiatan Buka Bersama (Bukber). Ada juga yang mengisinya dengan kajian, kultum, dan daurah ilmu keislaman. Di balik semua itu, masih ada juga beberapa kekeluargaan yang belum menyusun agendanya.

Walaupun demikian, kebanyakan dari kegiatan yang mereka canangkan itu masih bersifat online dan tidak masal, dikarenakan Ramadan tahun ini juga sedang berdiri di tengah badai pandemi bernama COVID-19. Hal ini dipertegas oleh Aldi selaku Gubernur Keluarga Mahasiswa Sumatera Selatan (KEMASS) Mesir bahwa saat ini mereka sedang merancang kegiatan Ramadan di saat pandemi karena perkumpulan masih dilarang.

Tak tanggung-tanggung, Universitas Al-Azhar Kairo juga menerapkan kebijakan khusus selama Ramadan ini. Dilansir dari laman Facebook Markaz I’lami bi Jami’ah Al-Azhar, Jumat (9/4/2021), kebijakan khusus tersebut berupa durasi dalam satu muhadarah yang sebelumnya dilaksanakan selama 50 menit, mereka kurangi menjadi 40 menit, guna menekan perkembangan COVID-19.

Lantas, bagaimana dengan kondisi Masisir ketika berkaca pada beberapa tahun lalu, saat Bulan Ramadan jatuh di kondisi yang sama, tetapi tidak ada pandemi COVID-19? Informatika sudah meminta keterangan dari mantan Presiden PPMI Mesir periode 2006-2007, Nur Fuad Shofiyullah, tetapi ia lupa dengan program-program Ramadan selama ia menjabat itu.

“Wah, lupa saya, entah file-filenya masih ada di mana,” ungkapnya kepada Informatika, Senin, (12/4/2021) lalu, via WhatsApp.

Tidak berhenti sampai di situ, Informatika kemudian meminta keterangan dari mantan Gubernur Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau (KMM) Mesir periode 2020-2021, Absil Abdul Rahman yang datang ke Mesir tahun 2006 lalu, tepat sezaman dengan masa abdi Nur Fuad sebagai Presiden PPMI Mesir saat itu.

Berbeda dengan tahun ini, PPMI Mesir kala itu menurut cerita Absil bahwa selama Bulan Ramadan, khususnya di daerah Tafahna, mengadakan berbagai macam kegiatan, mulai dari Bukber dan sahur bersama, serta mengadakan kajian-kajian keislaman.

Ia pun menambahkan, PPMI Mesir saat itu juga sering mengundang para Syekh dan tokoh-tokoh Masisir untuk memberikan tausiah Ramadan. Tidak hanya itu, para mahasiswa asing di Mesir pun sering memenuhi undangan berbuka puasa dari masyarakat setempat.

Mengenai Ramadan tahun ini, Absil berpesan kepada Masisir untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekarang, dimana pandemi COVID-19 membuat banyak kegiatan cukup terganggu. Selain itu, menurutnya kegiatan yang Masisir lakukan sebaiknya adalah sesuatu yang bermutu serta bisa menambah keimanan.

Tidak hanya itu, ungkapan senada juga datang dari Nur Fuad yang berpesan agar kegiatan Masisir yang bersifat pertemuan fisik sebaiknya diminimalisir. Katanya, masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan, terutama kegiatan secara virtual.

Reporter: Fikran Aulia Afsya

Editor: Defri Cahyo Husain

Comment

Berita Lainnya