by

Terima Dana Dari Pusat, Staf Keuangan KBRI Cairo: Anggaran Dari Pusat Sebenarnya Tidak Banyak

Informatikamesir.net, Cairo — Isa Ansory selaku staf keuangan KBRI Cairo menuturkan bahwa baru-baru ini, KBRI Cairo telah menerima bantuan dana penanganan COVID-19 sekitar 1,7 M. Namun, ia menganggap nominal angka tersebut tidaklah besar melihat banyaknya bantuan logistik yang telah didistribusikan KBRI Cairo pada Masisir sebelum turunnya dana tersebut.

“Angka segitu sebenarnya tidak banyak, misalnya pengadaan sembako, itunglah satu syantoh 100 le, kita sudah ngasih 4000 syantoh, artinya setidaknya ada 360 jt yang sudah keluar, dan itu sudah dua kali kami lakukan. Itu baru masalah sembako saja, belum hal-hal lain,” jelasnya dalam wawancara daring via Zoom pada Senin, (20/07/2020).

Isa menjabarkan, total anggaran 1,7 M yang masuk ke KBRI Cairo telah digunakan untuk penanganan Covid-19, di antaranya yaitu; distribusi obat-obatan, kebutuhan pokok, koordinasi dengan pemerintah setempat, sewa ambulan, fasilitas dokter untuk tempat konsultasi kesehatan, operasional bagi WNI terdampak COVID-19, dll.

Isa pun mengomentari opini salah satu Masisir yang mengkritisi peniadaan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) massal secara gratis bagi para WNI di Mesir. Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah penanganan yang tidak masuk akal melihat biaya tes PCR bagi WNA di Mesir yang terbilang cukup mahal.

“Kritis boleh, tapi tolong dengan perhitungan rasional juga. Sembako aja segitu apalagi tes PCR,” ujarnya.

Isa juga menjelaskan, pencairan anggaran dana penanganan COVID-19 itu memiliki banyak tahapan dan bersifat dinamis. Terkadang, kebijakan pemerintah pusat dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dapat berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di negara tertentu.

Isa menyebutkan, setidaknya ada tiga tahapan kronologi terkait pencairan dana anggaran COVID-19 untuk KBRI Cairo. Pertama, di masa-masa awal merebaknya COVID-19 di Mesir, Kemenlu mengarahkan KBRI Cairo untuk menggunakan anggaran operasional KBRI Cairo untuk penanganan COVID-19 bagi WNI di Mesir.

Kedua, dana operasional dari pemerintah pusat yang awalnya direncanakan sebagai kas dana operasional KBRI Cairo untuk 5 tahun ke depan tersebut, dipotong nominalnya. Sebagiannya digunakan untuk penanganan COVID-19 di dalam negeri (Indonesia) dan sebagiannya untuk penanganan COVID-19 bagi WNI di luar negeri. Ketiga, KBRI Cairo bisa mengajukan anggaran ke pemerintah pusat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Jadi dana COVID-19 ini tidak diberikan secara langsung, tapi bertahap sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dan 1,7 M itu sebagian akan digunakan untuk menutupi anggaran (dana operasional KBRI Cairo) sebelumnya,” pungkasnya.

Dilansir dari press release KBRI Cairo, hingga saat ini bantuan yang telah diberikan KBRI Cairo adalah sebanyak 27.822 paket yang terdiri dari 6.539 bantuan logistik, 7.391 masker, 13.886 obat/vitamin dan 6 Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Isa juga mengungkapkan bahwasanya KBRI Cairo tidak akan menutup kemungkinan bagi para staf untuk menggalang dana sosial dari kantong pribadi mereka demi menanggulangi COVID-19 ini bersama-sama.

“Seperti bulan Ramadhan kemarin, kita bagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) ke kawan-kawan Masisir yang membutuhkan, itu juga berkat kerjasama dengan teman-teman kekeluargaan,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Adisurya Pahlawan

Editor: Muhammad Nur Taufiq al-Hakim

Comment

Berita Lainnya