by

Selenggarakan Jendela Nusantara, Menko 3 PPMI Mesir: Kami Ingin Buat Revolusi Mental Masisir

Informatikamesir.net, Kairo — “Tujuan kami itu adalah ingin membuat sebuah revolusi mental atau membuat sebuah revolusi di mana interaksi sosial di (lingkup) Masisir ini berubah,” ungkap Menteri Koordinator (Menko) 3 Sosial dan Budaya PPMI Mesir, Muhammad Syahran Hidayat ketika ditanyai perihal tujuan penyelenggaraan rentetan acara “Jendela Nusantara”.

Menurut Syahran, pola interaksi di antara Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) saat ini pada dasarnya hanya berputar pada pergaulan dengan sesama daerah saja, padahal sebenarnya ruang lingkup Masisir itu sudah berskala nasional, karena berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Oleh karenanya, PPMI Mesir menyelenggarakan acara Jendela Nusantara dengan maksud agar mampu memantik terciptanya sebuah interaksi sosial lintas budaya yang lebih intensif di lingkup Masisir.

Syahran juga menambahkan, di satu sisi, hal tersebut bisa menjadi dampak yang baik bagi Masisir karena bisa mengenal sebuah keberagaman. Paling tidak, bisa saling mengerti satu sama lain ketika bertemu dengan orang yang berbeda latar belakang kebudayaan darinya.

Ada pun strategi publikasi agar tujuan acara Jendela Nusantara tersebut bisa tersampaikan ke seluruh elemen Masisir di antaranya; Pertama, melalui penyiaran di media massa, atau lebih tepatnya akun Youtube PPMI Mesir TV, dengan cara membuat Broadcast yang disertakan dengan tautan akun tersebut dan menyebarkannya secara bersamaan dengan menggunakan metode Gerakan Penyebar Status (GPS).

Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana dengan orang yang tidak memiliki kuota seluler? Syahran memberikan solusi lain dengan cara menonton tayangan ulang Jendela Nusantara yang telah diunggah di akun Youtube itu bersama-sama dengan temannya yang memiliki kuota seluler.

Kedua, mempublikasikan sebuah buku yang berisikan notula dari rentetan acara Jendela Nusantara. Kendati demikian, hal tersebut belum bisa mereka realisasikan dalam waktu dekat ini, karena menurut Syahran, untuk bisa membuat sebuah buku pasti harus memenuhi standar-standar jurnal dan akademik. Olehnya, perlu mereka matangkan dulu konsepnya bersama pakar yang akan mereka hadirkan, lalu mensosialisasikannya ke seluruh Kekeluargaan Nusantara.

“Pertanyaannya lagi, siapkah teman-teman untuk membacanya? Karena kita sudah menyediakan semuanya, tinggal teman-teman, ingin atau tidak? Jadi, pertanyaan ini saya sudah jawab, tapi tidak semua pertanyaan, ada jawabannya,” tegas Syahran saat diwawancarai oleh kru Informatika pada Rabu, (25/11) kemarin.

Terakhir, masalah pendanaan untuk acara tersebut, Syahran mengakui dana yang mereka dapatkan itu sangat sedikit, tapi ia tidak mau menyebutkan nominalnya berapa.

“Alhamdulillah PPMI Mesir ya, secara umum berani memberikan kita (dana) beberapa-lah, nggak terlalu banyak juga, untuk sampai 5 hari. Walaupun standarnya, kalau logika kami yang sering mengadakan event organizer, sangat-sangat terbilang sedikit,” imbuhnya.

Mahasiswa yang kini menjabat sebagai Menko 3 ini juga sangat mengapresiasi panitia acara tersebut, karena dengan modal yang terbilang sangat sedikit, mereka bisa menghasilkan acara yang menurutnya lumayan istimewa dan sangat bermanfaat itu.

Reporter: Defri Cahyo Husain

Editor: Muhammad Nur Taufiq al-Hakim

Comment

Berita Lainnya