Mengapa Nabi Muhammad Saw. Lahir di Bulan Rabiulawal, Bukan Ramadan? Ini Penjelasan Dosen Al-Azhar
Informatikamesir.net, Kairo – Dr. Hani Tamam, dosen Fikih Universitas Al-Azhar menjelaskan hikmah di balik kelahiran Nabi Muhammad saw. pada bulan Rabiul Awal, bukan pada bulan Ramadan atau bulan-bulan haram yang dikenal sebagai bulan-bulan mulia dalam kalender Islam. Hal ini sebagaimana yang ia sampaikan dalam siaran televisi pada Jum’at (21/8).
Dilansir dari Cairo24, dalam pidatonya ia menekankan bahwa bulan Ramadan dan bulan-bulan haram merupakan bulan mulia. Menurutnya, jika Nabi Muhammad saw. lahir pada salah satu bulan tersebut, kelahiran beliau tidak akan menambah kemuliaan bulan yang memang telah dimuliakan sebelumnya.
Kemudian, ia menjelaskan bahwa salah satu hikmahnya adalah Allah Swt. memuliakan bulan Rabiulawal melalui kelahiran Nabi Muhammad saw. Dengan kelahiran tersebut, bulan Rabiulawal memperoleh kedudukan khusus. Ia menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw. merupakan manusia yang paling dimuliakan, dan kehadiran beliau menjadi sebab kemuliaan bagi waktu dan tempat.
Ia menambahkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad saw. di bulan Rabiulawal mencerminkan makna bahwa keagungan nabi tidak terikat pada waktu atau tempat. Kehadirannya justru yang menjadi sebab dimuliakannya waktu dan tempat. Menurutnya, pemahaman tersebut dapat meningkatkan kedudukan Nabi Muhammad saw. di hati umat Islam sekaligus menjaga keterikatan mereka dengan sirah dan kehidupan beliau sepanjang masa.
Visi ini menunjukkan aspek kebijaksanaan ilahi dalam pengaturan peristiwa, di mana waktu diberi nilai oleh peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di dalamnya, terutama kelahiran Nabi Muhammad saw.
Reporter: Shofuro Auladana Mufidah
Editor: Faqih Billah





