Informatika Mesir
Home Analisis Ringan Anggaran BSO PPMI Mesir Naik Dua Kali Lipat, DKKM Jadi Penyumbang Kenaikan Terbesar

Anggaran BSO PPMI Mesir Naik Dua Kali Lipat, DKKM Jadi Penyumbang Kenaikan Terbesar

Sumber: dokumentasi Informatika Mesir

Informatikamesir.net, Kairo – Anggaran BSO (Badan Semi Otonom) PPMI Mesir pada termin 1 tahun ini mencapai EGP 384.482. Nominal tersebut meningkat 97,6 persen atau sebesar EGP 189.922  dari anggaran BSO pada termin 1 tahun sebelumnya yang berjumlah EGP 194.560. Penetapan anggaran ini berlangsung pada Sidang Pleno II BPA PPMI Mesir, Kamis (1/10), di Aula Griya KSW, Hay Asyir.

Kenaikan anggaran tersebut tidak merata di setiap BSO. DKKM (Dewan Keamanan dan Ketertiban Mahasiswa) PPMI Mesir menjadi BSO dengan anggaran terbesar dan penyumbang kenaikan paling tinggi dibandingkan BSO lainnya. Anggarannya meningkat dari EGP 82.860 menjadi EGP 187.100, dengan selisih EGP 104.240 atau sekitar 125,8 persen.

Sementara itu, anggaran KPI (Komisi Peduli Interaksi) meningkat dari sebelumnya EGP 61.680 menjadi EGP 76.600, atau bertambah sebesar EGP 14.920. Radio PPMI  juga mengalami peningkatan dari sebelumnya EGP 50.020 menjadi EGP 61.597, atau naik senilai EGP 11.577. Sedangkan Baitul Mal PPMI memperoleh anggaran sebesar EGP 59.185, yang mana anggaran tersebut menjadi tambahan untuk termin 1 ini karena Baitul Mal belum menjadi BSO di termin 1 tahun lalu.

Jika dilihat dari total kenaikan, peningkatan anggaran DKKM menyumbang sekitar 54,9 persen, sementara hadirnya Baitul Mal sebagai BSO baru menyumbang sekitar 31,2 persen dari total keseluruhan anggaran BSO. Dengan demikian, sekitar 86 persen kenaikan anggaran berasal dari peningkatan anggaran DKKM dan munculnya alokasi baru untuk Baitul Mal.

Muhammad Faiz Ramadhan Lc., selaku Dewan Pimpinan MPA PPMI dan perwakilan komisi 7 menyebutkan tingginya anggaran BSO pada termin 1 tahun ini bukan hal yang baru. Menurut Faiz pembagian anggaran BSO pada tahun lalu juga menunjukkan angka yang cukup besar. Selain itu, penambahan BSO juga menjadi alasan meningkatnya anggaran.

“400 ribu menurut ana bukan pertama kali sekarang, karena BSO kan semuanya dibagi 4 ya, nah, dan kalau misalnya data tahun lalu juga, karena ana komisi 7 juga tahun lalu, kurang lebih kalau kita hitung hampir sama juga, walaupun ngga nyampe 400 ribu ya tapi dia bisa lebih dari 200 ribu lah dan itu bukan satu tahun tapi per-termin, karena emang kebutuhan BSO ini banyak. Kalau tahun lalu itu funfact nya termin 1 itu cuma (ada) 3 BSO, tapi termin 2 kita nambah 1 BSO.” Ujar Faiz ketika diwawancarai tim Informatika.

Pada tahun ini, alokasi anggaran DKKM dan KPI menjadi salah satu fokus pembahasan. Keduanya memiliki kebutuhan yang berkaitan dengan kaderisasi dan pengembangan anggota. Pihak komisi menyebut kebutuhan tersebut berkaitan dengan upaya masing-masing BSO untuk memberikan pendidikan dan pengembangan anggota secara lebih efektif.

Adapun peningkatan anggaran Radio PPMI sedikit berbeda, karena sebagian anggarannya bersifat reimbursement, dikarenakan pihak Radio PPMI masih aktif di masa-masa transisi. “Radio juga sempat ada peningkatan cuma sifatnya itu anggaran di Radio itu lebih banyak reimburs ketimbang anggaran buat program.” Jelas Faiz

Berdasarkan penjelasan Faiz, apabila anggaran PPMI dibagi ke block grant dan berbagai alokasi lainnya, maka anggaran yang tersisa untuk BSO adalah sekitar EGP 40.000 saja. Kondisi tersebut membuat pembahasan tidak hanya fokus pada nominal, tetapi bagaimana kebutuhan masing-masing BSO dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan PPMI. 

Di sisi lain, beberapa BSO tidak hanya mendapatkan anggaran dari PPMI, tetapi juga mendapatkan pendanaan dari pihak eksternal lainnya. Pada tahun lalu, DKKM dan KPI memperoleh anggaran eksternal dari KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Mesir dengan nominal kisaran di atas EGP 100.000. Sementara itu, Baitul Mal sendiri memiliki program fundraising dan Radio PPMI juga mendapat anggaran dari berbagai sponsor serta memiliki dana kas. Meskipun begitu, belum ada kepastian apakah anggaran eksternal yang diterima tahun lalu akan kembali diperoleh pada tahun ini. 

Persoalan anggaran eksternal juga berkaitan dengan transparansi keuangan BSO. Sebelumnya, dana yang didapat pihak eksternal tidak menjadi bagian dari laporan kepada komisi. Namun, setelah disahkannya aturan baru dalam Sidang Pleno IV, BAK (Badan Audit Keuangan) memiliki kewajiban untuk melakukan audit terhadap keuangan eksternal. Karena itu, transparansi sumber dan penggunaan dana eksternal menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam pengawasan keuangan BSO.

Dengan demikian, kenaikan anggaran BSO kali ini tidak hanya dipengaruhi oleh peningkatan nominal pada BSO, tetapi juga berkaitan dengan munculnya BSO baru yaitu Baitul Mal serta meningkatnya kebutuhan program. Di tengah keterbatasan keuangan PPMI, pembahasan anggaran tidak hanya sebatas besarnya nominal, tetapi juga penyesuaian terhadap kebutuhan program, sumber pendanaan, serta mekanisme pengawasan terhadap penggunaan keuangan.

Reporter: Muhammad Fatihul Islam

Editor: Sayyaf Izzuddin 

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad