by

IJMA Dikabarkan Bubar, Sembilan Media Masisir Deklarasikan Formasi

Informatikamesir.net, Kairo—Mendengar kabar dari Mahmud Abdullah, Ketua Ikatan Jurnalis Masisir (IJMA) yang mengatakan bahwa IJMA telah ia bubarkan, sembilan media di kalangan Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) yang ikut menghadiri perkumpulan media-media pada Sabtu (14/11), mendeklarasikan forum baru yang mereka beri nama Forum Media Masisir (Formasi). Tujuannya, tidak lain sebagai wadah silaturahmi dan komunikasi antar media di lingkup Masisir.


Kabar bubarnya IJMA tersebut Mahmud sampaikan langsung kepada Muhammad Adisurya Pahlawan, Pimpinan Umum Informatika 2020-2021, lewat pesan WhatsApp ketika diminta agar IJMA kembali menjadi penaung bagi media-media Masisir.


Alasannya menurut Mahmud sendiri, karena IJMA tidak memiliki pemasukan yang menunjang sehingga terhambat untuk mengadakan kegiatan-kegiatan lagi. Selain itu ia juga menyampaikan, adanya IJMA sendiri tidak mendapat respon baik dari PPMI Mesir.


Sebelum deklarasi Formasi, adanya perkumpulan pada malam itu di Sekretariat Wawasan Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) Mesir bertujuan untuk menyatukan pendapat antar perwakilan media yang bisa hadir, untuk sama-sama menyukseskan dan mengegolkan Rancangan Undang-undang (RUU) Pers Masisir yang diharapkan bisa melindungi hak-hak dan kewajiban dalam bermasyarakat dan bermedia.


“Menimbang Masisir akan terus bertambah, dan problematik akan bertambah pula, kita perlu menggolkan UU Pers, yang bisa melindungi media dan masyarakat Masisir secara umum. Karena UU Pers akan berlaku kepada semua media, makanya kita kumpulkan juga para media, agar kita bisa sama-sama tahu, UU seperti apa yang kita inginkan,” ungkap Adi, perwakilan Media Informatika dalam diskusi malam itu.


Di sisi lain, perwakilan media Ahsanta Keluarga Mahasiswa Banten (KMB) Mesir, Dinar Wijaya menekankan urgensi pendataan dan ajakan bagi media-media yang belum bergabung agar semua media bisa satu suara, mengantisipasi terbentuknya dua kubu di kalangan media Masisir.


Untuk itulah di akhir, para perwakilan media yang hadir, yaitu Media Informatika Mesir, Aljauhar KSMR Mesir, Manggala KPMJB Mesir, Ahsanta KMB Mesir, Al-Furqon PERSIS Mesir, Gentala KMJ Mesir, Wawasan KKS Mesir, Perdana IKPDN Mesir, dan Surya GAMAJATIM Mesir, akhirnya bersepakat untuk membentuk Tim Formatur Formasi.


Tim Formatur Formasi—yang diketuai oleh Adi melalui pemilihan secara demokrasi antar media yang hadir—itu dibentuk untuk mendata serta mengajak semua media Masisir yang memenuhi syarat untuk dapat bergabung dengan forum tersebut.


Selain itu, Tim Formatur juga bertugas untuk menangani sementara jalannya Formasi, sebelum struktur yang resmi terbentuk setelah semua media Masisir berkumpul guna pembentukan struktur dan sistem Formasi.


Reporter: Defri Cahyo Husain
Editor: Naya Salsa

Comment

Berita Lainnya