by

(Revisi) Diancam Dengan Video Privasi, Masisirwati Diperas 3 Juta Rupiah

Informatikamesir.net, Kairo — Tepatnya pada Sabtu (15/2/20), diketahui telah terjadi tindak pengancaman dan pemerasan yang dialami oleh salah satu mahasiswi Indonesia *nama sengaja tidak disebutkan yang tengah menempuh studi di Mesir. Tak tanggung-tanggung, pelaku pemerasan yang belum diketahui identitasnya ini meminta paksa Rp 3 juta rupiah kepada sang korban sebagai uang ‘tutup mulut’.  

Berdasarkan keterangan dari salah seorang saksi berinisial KL saat diwawancarai pada Jum’at (21/2/20) lalu, korban sempat merasa shock dan lantas mengadukan perkara ini ke salah seorang seniornya.

Kejadian ini bermula saat sang pelaku yang berjumlah 2 orang bekerja sama untuk mencuri sebuah rekaman video bersifat privasi langsung dari hand phone (HP) sang korban. Satu orang merekam dengan HP-nya, dan seorang lagi memegang HP milik korban. Video tersebut diambil pada masa-masa persiapan keberangkatan sang korban ke Mesir.

“Korban memiliki best friend yang mencuri video dari korban dan menyebarkannya. Bahkan dirinya seorang penghafal (al-Qur’an),” ungkap KL.

Dicuri dan disebarkannya video tersebut dimanfaatkan oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya untuk memeras dan meminta sejumlah uang dengan total nominal Rp 3 juta rupiah kepada korban untuk nantinya dikirimkan ke nomor rekening sang pelaku dalam kurun waktu tertentu.   

Hal tersebut diutarakan melalui akun palsu si pelaku di sosial media instagram dengan nama akun ‘mie goreng kriuk’. Pelaku pun mengancam akan menyebarluaskan video tersebut ke khalayak ramai jikalau korban tidak memenuhi permintaan sang pelaku.

Menurut pengakuan dari senior yang berperan sebagai tempat pengaduan, ia mengusulkan kepada korban untuk melaporkan perkara ini ke pihak kekeluargaan sang korban.

Korban pun segera melaporkannya ke pihak kekeluargaannya dengan didampingi langsung oleh seniornya. Tak lama kemudian, identitas para pelaku pencurian video pun terbongkar.

Kendati demikian, identitas pelaku pemerasan belum bisa dilacak. Selain itu, akun ‘mie goreng kriuk’ yang menjadi akun pemerasan tersebut langsung menghilang setelah identitas para pelaku pencurian video terungkap. Para pencuri video juga tidak ada yang mengaku sebagai orang yang memeras sang korban.  

Terakhir, korban meminta kepada senior tempat ia mengadu untuk menindak lanjuti perkara ini agar sang pelaku pemerasan bisa segera dilacak dan dipidanakan sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, sang korban juga menuntut para pelaku tersebut untuk meminta maaf secara terbuka baik dengan lisan maupun tertulis.

KL sempat berpesan kepada segenap Masisir yang tengah menimba ilmu di Mesir ini untuk tetap berkomitmen terhadap orientasi utama mereka selama berada di Bumi Kinanah ini.

“Masisir harus sadar bahwa mereka adalah pelajar agama, ingat akan tanggung jawab pada diri sendiri, orang tua dan almamater,” imbuh KL.

Reporter: Muhammad Alfaridzi

Editor: Muhammad Nur Taufiq al-Hakim

Comment

Berita Lainnya