by

Miris!!! Kasus-Kasus Pelecehan Seputar COVID-19, Mesir vs Indonesia

Informatikamesir.net, Kairo — Semakin merebaknya pandemik COVID-19 atau virus Corona di negeri seribu menara ini, membuat para perantau tanah air Indonesia mendapat pandangan dan perlakuan negatif dari orang Mesir sendiri sebagai tuan rumah.

Menyikapi hal ini, Du’aa Ahmad Nahrawi selaku warga Mesir yang berprofesi sebagai penerjemah freelance berpandangan bahwasanya kebanyakan orang-orang Mesir ini memang sulit membedakan wajah-wajah Asia, sehingga membuat mereka beranggapan bahwa semua Asia adalah Cina.

Dengan demikian, menurut mereka semua orang Asia ini merupakan orang-orang yang bertanggung jawab atas penyebaran wabah tersebut.

Bagai duri dalam daging, salah satu bentuk perilaku negatif rasialisme orang Mesir terhadap orang Asia, khususnya orang Indonesia ini berupa ejekan dengan sebutan “Corona”. Tak hanya sampai di situ, bentuk pelecehan yang dialami oleh orang Asia di Mesir ini pun sampai pada sikap yang bisa kita sebut “tak senonoh”.

Salah satu contohnya adalah yang dialami oleh seorang pelajar Dauroh Lughoh asal Indonesia berinisial SB. Ia mengisahkan bahwasanya ketika ia sedang berada di area Darrasa, saat hendak turun dari mobil, tiba-tiba ada Tramco yang lewat di hadapannya. Orang yang ada di dalam Tramco itu pun langsung meneriakinya dengan sebutan “Corona! Corona!!”.

Berdasarkan hasil riset kru Informatika dengan responden dari kontak-kontak Whatsapp yang merupakan Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir), ketika ditanya “Apakah anda pernah dilecehkan dan/atau dipanggil dengan sebutan ‘Corona’ oleh orang Mesir?”, sebanyak 60 orang responden tersebut menjawab “Pernah”, 25 menjawab “Tidak pernah”, dan 87 orang tidak memberikan respon.

Di antara orang-orang yang menjawab “Pernah”. Ada beberapa yang mendapat pelecehan yang lebih dari sekadar dipanggil dengan sebutan “Corona”. Seperti halnya: disiram dengan air dari atas gedung dan dicemooh, sengaja menutup wajah dengan baju atau masker di hadapan mereka, tidak mau duduk bersebelahan, dan lain sebagainya.

Seorang mahasiswi Indonesia di Mesir dalam jawabannya mengungkapkan, bahwasanya ia bersama teman-temannya pernah ‘dimarahi’ oleh seorang nenek sepuh (Mesir) di dalam bus. Kala itu, suasana mencekam, mereka diminta untuk turun dari bus tersebut. Untungnya, penumpang lain tidak acuh dengan nenek tersebut sehingga mereka masih tetap menumpang di bus itu sampai tiba di tujuan.

Kejadian serupa juga terjadi pada seorang masisir. Ketika akan makan di rumah makan orang Mesir, pelayanan yang ditunjukkan kepada mereka terbilang sangat berbeda dengan pelayanan terhadap orang Mesir. Contohnya, jika yang lain makan dengan piring dan sendok sewajarnya, maka mereka (karena orang Asia) hanya diperbolehkan untuk makan pakai plastik saja, tanpa menggunakan piring atau sendok yang ada di RM itu.

Kasus pelecehan lain juga terjadi pada beberapa orang Masisir lainnya. Kala ingin mengisi kuota WIFI di kantor setempat, pada awalnya penjaga di tempat itu melayani pelanggan orang Mesir dengan santai. Begitu tiba giliran mereka, penjaga itu pun langsung masuk ke dalam, dan keluar dengan menggunakan masker.

Sebuah kasus memilukan pun pernah menimpa seorang mahasiswa asal Kalimantan. Sebut saja namanya Heri. Ketika ingin berobat di Rumah Sakit Hussein karena digigit anjing. Saat itu, Heri yang ditemani oleh seseorang berinisial D, pergi mencari tempat khusus yang menangani luka di rumah sakit tersebut. Ketika sampai di tempat yang dicari, mereka pun mengetuk pintu ruangan itu.

“Terlihat dari dalam ada suster yang keluar, lalu melihat kami dengan pandangan sinis. Tanpa bertanya lagi, (ia) langsun bilang ‘Imsyi! Imsyi!! (Pergi! Pergi!!)’, kemudian menutup pintu,” jelas Heri dalam wawancaranya bersama Kru Informatika.

Meski sebagian besar dari para korban pelecehan tidak memberikan tanggapan yang lebih, namun masih ada beberapa orang yang tak mau hanya diam saja saat dilecehkan. Seperti yang terjadi pada seorang Masisir di Dahb, saat ia dilecehkan oleh orang ‘bule’ terkait Corona, ia malah bercanda dengan pura-pura batuk di depan orang bule tadi. Orang itu pun marah-marah, kemudian mahasiswa tadi langsung kabur.

Kejadian serupa terjadi kepada mahasiswa tingkat 4, berinisial AH. Ia menceritakan, setelah salat Subuh, tiba-tiba ada dua orang Mesir yang mana salah satu di antara mereka meneriakinya dengan “Corona! Corona!!”. Kala itu, awalnya AH hanya menoleh kepada mereka. Tapi karena salah seorang tadi masih melakukan hal yang sama, AH tak mau tinggal diam.

Setelah beberapa detik mereka lewat di depannya, AH pun langsung melompat ke arah orang yang berteriak tadi, sambil meluncurkan tendangan serta tamparan di bagian belakang kepalanya. Tak mau kalah, orang Mesir itu pun mengambil kayu yang ada di sekitarnya dan lantas memukul AH dari belakang. Setelah kejadian itu, salah teman orang Mesir tersebut langsung melerai perkelahian nahas itu.

AH pun berpesan kepada seluruh Masisir, terkhusus para korban yang pernah dilecehkan, “Kalau bisa semaksimal mungkin untuk bersabar. Jangan ditanggapi, cuek aja. Kecuali kalau sudah tidak beradab dan keterlaluan, hantam sajalah!”

Reporter: Defri Cahyo Husein

Editor: Muhammad Nur Taufiq al-Hakim

Comment

Berita Lainnya