by

Antisipasi Penularan Corona, Al-Azhar Wajibkan Cek Darah bagi Mahasiswa Asing

Informatikamesir.net, Kairo — Dihimpun dari Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (SEMA-FU) Al-Azhar, Dr. Abdul Fattah Awary selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Al-Azhar Kairo menegaskan bahwa seluruh mahasiswa asing di Al-Azhar wajib untuk melakukan cek darah demi mencegah penyebaran Virus Corona yang kini disinyalir telah mulai mewabah di Mesir.

Hal tersebut disampaikan dalam sebuah himbauan tertulis yang langsung disahkan dan ditandatangani oleh Dekan Fakultas UShuluddin tersebut. Himbauan itu pun sudah dipublikasikan di laman resmi Fakultas Ushuluddin Al-Azhar sejak  Selasa (11/2/2020).

IMG 20200213 WA0032 300x178 - Antisipasi Penularan Corona, Al-Azhar Wajibkan Cek Darah bagi Mahasiswa Asing
Lampiran himbauan Al-Azhar terkait kewajiban melakukan cek darah bagi seluruh mahasiswa asing. (Sumber: Dok. SEMA-FU)

Menanggapi situasi tersebut, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo telah mengeluarkan sebuah press release pada Ahad (16/2/2020), yang mana berisi tentang himbauan bagi seluruh warga Indonesia yang berdomisili di Mesir untuk terus waspada dan memantau perkembangan informasi mengenai penyebaran Virus Corona.

Dilansir dalam sebuah laporan langsung yang disiarkan di saluran televisi BBC, Menteri Kesehatan Mesir Prof. Halah Zaid mengumumkan bahwasanya Virus Corona telah dinyatakan positif masuk wilayah Mesir.

Ia pun menjelaskan bahwasanya Virus Corona ini memiliki gejala dan dampak yang hampir serupa dengan Virus Influenza. Oleh karena itu, ia menganjurkan kepada seluruh warga yang terkena dampak tersebut agar beristirahat dengan cukup di rumah serta mengkonsumsi makanan yang sehat.

IMG 20200215 WA0059 - Antisipasi Penularan Corona, Al-Azhar Wajibkan Cek Darah bagi Mahasiswa Asing
Lampiran press release yang dikeluarkan oleh pihak KBRI Kairo terkait penyebaran Virus Corona di Mesir. (Sumber: Dok. KBRI Kairo)

Adapun klasifikasi individu yang mudah terdampak oleh virus ini diantaranya adalah mereka yang imunitasnya lemah, lanjut usia dan ibu-ibu hamil.

Khalid Mujahid selaku juru bicara Menteri Kesehatan Mesir pun menambahkan bahwa pihaknya sendiri telah melaksanakan rangkaian administrasi pencegahan sebagai bentuk antisipasi atas mewabahnya virus tersebut.

Salah satu upaya yang mereka lakukan diantaranya adalah mengisolasi para warga Mesir yang baru saja pulang dari China selama 14 hari guna pengecekan kesehatan yang lebih intensif.  

Reporter: Nurul Aina Lubis

Editor: Muhammad Nur Taufiq al-Hakim

Comment

Berita Lainnya