Stan Indonesia di CIBF 2026: Antara Bangga dan Malu
Kehadiran Indonesia melalui Kemenag (Kementerian Agama) RI di CIBF (Cairo International Book Fair) 2026 tahun ini sejatinya patut diapresiasi. Ini merupakan langkah penting dalam memperkenalkan wajah keislaman dan literasi Indonesia di panggung internasional, khususnya di dunia Arab. Setelah sekian lama absen, kehadiran paviliun Indonesia tentu membangkitkan harapan besar.
Namun, di balik semangat tersebut, terdapat sejumlah catatan kritis yang perlu disampaikan secara jujur dan terbuka.
1. Koleksi Buku
Jumlah buku yang dipamerkan terbilang sangat terbatas dan cenderung itu-itu saja. Padahal, Indonesia memiliki ribuan karya keislaman, sejarah, sastra, dan pemikiran yang layak ditampilkan. Ironisnya, untuk menutupi kekurangan tersebut, pihak penyelenggara harus meminjam manuskrip dari PMIK (Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo). Fakta ini menunjukkan bahwa persiapan belum dilakukan secara matang sejak awal.
2. Pemilihan Materi Displai yang Kurang Relevan
Keberadaan produk seperti Indomie dalam paviliun Indonesia menimbulkan tanda tanya. Apakah Indonesia kekurangan karya intelektual, budaya, dan peradaban hingga harus mengandalkan produk konsumsi sebagai daya tarik utama? Dalam forum literasi internasional, yang seharusnya ditonjolkan adalah kekuatan pemikiran, bukan sekadar popularitas merek.
3. Lokasi dan Kualitas Dekorasi Stan
Paviliun Indonesia ditempatkan di Hall 1, sementara banyak negara lain berada di Hall 3 dengan tampilan yang jauh lebih representatif. Dari segi desain, stan Indonesia terlihat sederhana, bahkan cenderung minim konsep. Jika dibandingkan secara langsung, akan terlihat jelas jurang perbedaan kualitas. Padahal, sebagai negara besar dengan sumber daya melimpah, Indonesia seharusnya mampu menghadirkan paviliun yang lebih bermartabat.
4. Suasana Stan yang Kurang Terkelola
Memang benar bahwa stan Indonesia ramai dikunjungi. Namun, sebagian besar pengunjung terlihat memanfaatkannya sebagai tempat beristirahat karena kelelahan berkeliling. Akibatnya, suasana paviliun kurang mencerminkan citra intelektual dan kebudayaan, berbeda dengan banyak stan negara lain yang lebih tertata dan memperlihatkan persiapan yang matang.
5. Pelaksanaan Kegiatan Diskusi dan Talkshow
Beberapa agenda diskusi dilaksanakan tanpa persiapan tempat duduk yang memadai. Para peserta terpaksa duduk lesehan, berdesakan, dan tidak tertata. Situasi ini membuat acara terlihat tidak profesional dan terkesan sekadar formalitas, bukan sebagai forum ilmiah yang serius.
_____________
Akumulasi dari berbagai kekurangan tersebut menimbulkan kesan bahwa partisipasi Indonesia di CIBF tahun ini dilakukan tanpa persiapan yang optimal. Seolah-olah kehadiran lebih diutamakan daripada kualitas. Namun demikian, kritik ini tidak dimaksudkan untuk menafikan seluruh hal positif.
Kehadiran Indonesia tetap merupakan langkah strategis dalam diplomasi budaya dan keilmuan. Upaya memperkenalkan Islam Nusantara, literasi keagamaan, serta karya-karya anak bangsa patut diapresiasi. Antusiasme pengunjung juga menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik di mata masyarakat Mesir.
Selain itu, keterlibatan mahasiswa dan komunitas Indonesia di Kairo dalam membantu kelancaran kegiatan menunjukkan semangat kolaborasi yang patut dibanggakan. Oleh karena itu, kritik ini justru lahir dari rasa memiliki. Ke depannya, partisipasi Indonesia dalam ajang internasional semacam ini harus dipersiapkan secara lebih serius mulai dari kurasi buku yang kuat, desain paviliun yang representatif, pemilihan materi displai yang relevan, hingga manajemen acara yang profesional.
Indonesia memiliki sejarah, budaya, dan khazanah intelektual yang sangat kaya. Akan sangat disayangkan jika semua itu tidak ditampilkan secara maksimal. Cairo International Book Fair bukan sekadar ajang pameran, tetapi panggung peradaban. Indonesia layak tampil di sana dengan penuh percaya diri, kesiapan, dan martabat.
_____________
Penulis: Umar Mogalana
Informatika Mesir “membangun masa depan dengan dialog dan komunikasi“
Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!
Klik di sini




