Tailan Mini Soccer, Acara Tahunan Persatuan Mahasiswa Tailan di Mesir
Informatikamesir.net, Kairo – Tailan Mini Soccer atau biasa dikenal oleh Masisir sebagai bazar Tailan, kembali digelar pada tahun ini dan memasuki edisi ke-22. Acara ini merupakan acara tahunan yang digelar oleh Riayah Ittihadu Attolabah Attaylaniyin bilqohiro selama 10 hari dari tanggal 4-14 April 2026 dari pukul 10.00-17.00 WLK terkecuali hari Jumat di Markaz Syabab, Hay Sadis.
Menurut Muhammad Hakim dan Muhammad Suhaimi selaku partisipan bazar Tailan, acara ini diselenggarakan untuk mempersatukan dan mempertemukan pelajar Tailan yang ada di Mesir. Kegiatan ini membantu menyehatkan jasmani serta mengenalkan makanan khas Tailan pada pengunjung.
Abdul Hakim bin Abdul Naser sebagai penanggung jawab acara pada bidang hubungan antara bangsa menambahkan bahwa menurutnya pribadi acara ini digelar untuk mengobati kerinduan dengan tanah air.
“Acara ini untuk menghubungkan persatuan dan mempererat silaturahim karena biasanya semua orang sibuk dengan pengajian, namun dengan acara seperti ini semua orang bisa bertemu. Menurut saya Mesir rasa Thailand, mengobati kerinduan dengan makanan khas Tailan,” ujar Abdul Hakim.
Bazar ini dibuka untuk umum, baik itu untuk mahasiswa Asia yang ada di Mesir maupun penduduk asli Mesir. Namun, untuk partisipan pemain sepak bola mini hanya ditujukan untuk perwakilan asosiasi (almamater) pelajar Tailan yang ada di Mesir. Abdul Hakim memaparkan alasan dipilihnya sepak bola mini sebagai perlombaan karena sepak bola mini melibatkan lebih banyak peserta dibanding bulutangkis ataupun sepak takraw. Dalam Pertandingan kali ini terdapat 45 assosiasi pelajar Tailan yang mengirimkan perwakilan.
“Acara ini adalah acara yang ditunggu-tunggu oleh seluruh mahasiswa Tailan yang ada di mesir, karena kami dapat bertemu dan makan bersama. Jadi acara ini adalah acara yang sangat ditunggu-tunggu, kami juga memerlukan persiapan yang amat sangat matang untuk mewujudkan acara ini,” ujar Abdul Hakim.
Adam Al-Fathoni selaku panitia acara dan Abdul Hakim mengaku bahwa kendala yang dialami oleh panitia terdapat pada pengadaan dan harga sewa tempat yang cukup tinggi. Menurutnya, tempat yang digunakan pun harus terjangkau dalam jangkauan mahasiswa Asia yang ada di Mesir. Pastinya mengenai prosedur perizinan, mereka harus memiliki perizinan dari pihak penanggung jawab tempat dan lingkungan setempat karena pengadaan acara dengan ramai pengunjung cukup berbahaya di Mesir. Dengan mengantongi perizinan seperti ini, mereka bisa mendatangkan polisi mesir untuk membantu mengamankan keberlangsungan acara jika diperlukan.
Reporter: Nurul Hipatanul Say’banti
Editor: Muhammad Naufal Luthfi
Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!
Klik di sini



