by

Demi Menekan Tingkat Kriminalitas dan Asusila, Wihdah Berlakukan Jam Malam bagi Masisirwati

Informatikamesir.net, Kairo — Wihdah PPMI Mesir akhirnya memberlakukan jam malam bagi segenap  Masisirwati. Hal ini dilakukan demi menekan tingkat kriminalitas dan asusila yang menjadi momok serta ancaman bagi Masisirwati saat ini. Peraturan ini pun berlaku setelah melalui rangkaian proses musyawarah dan survei yang telah dilaksanakan sejak Kamis (19/12/19).

Adapun rincian jam malam yang diberlakukan tersebut berkisar pukul 21.30 Clt. pada musim dingin dan 23.00 Clt. pada musim panas. Perbedaan ini terjadi karena tingkat kriminalitas pada musim dingin lebih tinggi daripada saat musim panas, dengan malam yang lebih panjang dan aktivitas yang lebih sedikit.

Bagi Masisirwati yang beraktivitas melebihi jam malam tersebut tanpa adanya kepentingan khusus dan surat keterangan jalan, mereka akan mendapatkan sanksi berupa teguran dan akan mendapatkan sanksi khusus jika telah melanggarnya lebih dari dua kali.

Agar peraturan ini benar-benar dipatuhi, Wihdah bekerja sama dengan PPMI Mesir, DKKM (Dewan Keamanan dan Ketertiban Mahasiswa), Komisi Peduli Interaksi (KPI), Kekeluargaan, afiliatif, dan para senior Masisir untuk terus berupaya dalam memahamkan dan mengingatkan peraturan ini kepada segenap Masisirwati.

IMG 20200211 WA0009 1 - Demi Menekan Tingkat Kriminalitas dan Asusila, Wihdah Berlakukan Jam Malam bagi Masisirwati

Selain itu, dalam penyebarannya, Wihdah juga merangkul seluruh elemen Masisir sebagai perpanjangan lisan dan telah mensosialisasikan wacana ini sejak dilakukannya serangkaian proses musyawarah dan survei lapangan dan kasus. Wihdah yakin jika Masisirwati menjalankan jam malam ini atas dasar kesadaran diri yang tinggi, tindakan-tindakan kriminalitas dan asusila dapat terminimalisir secara maksimal.

Furna Hubbatalillah selaku ketua Wihdah PPMI Mesir saat ini turut berpesan kepada seluruh Masisirwati agar senantiasa meningkatkan kepedulian, solidaritas dan empati untuk terus menjaga adab dan kehormatannya dimanapun dan kapanpun khususnya di Mesir ini.

Ia juga berharap agar seluruh Masisirwati mampu menjalankan peraturan jam malam ini dengan penuh kesadaran untuk menjaga diri dan teman-temanya dari tindakan kriminalitas dan asusila.

“Saya berharap teman-teman, Masisirwati semuanya, untuk lebih meningkatkan kepedulian dan kesadaran untuk sama-sama bekerja sama dengan Wihdah. Ini adalah tanggung jawab kita terhadap keselamatan seluruh Mahasiswi Indonesia dan untuk menjaga nama baik Indonesia dan nama baik Al-Azhar. Itu adalah tanggung jawab kita semua,” ungkap Furna.

Reporter: Nur Wardatul Jannah

Editor: Muhammad Nur Taufiq al-Hakim

Comment

Berita Lainnya