fbpx

Maraknya Tindak Asusila di Lingkungan Pelajar dan Mahasiswa, Kedua Capres-Cawapres PPMI Mesir Tawarkan Solusi Adakan Muhammadiyah Day 2022, PCI Muhamadiyah Mesir Undang Seluruh Afiliatif dan Simpatisan Turut Sukseskan Agenda SIC, Kepala Sekolah: Masisir Sangat Membantu Juarai Lomba Catur Indonesian Games, Langguly: Saya Pede Survei Kepuasan Masisir Terhadap100 Hari Kinerja Ahsan-Kevin Sebagai Presiden dan Wakil Presiden PPMI Mesir 2021-2022

Aktualita · 6 Sep 2020 16:14 WIB ·

Camaba Al-Azhar Capai 1.500, Direktur PUSIBA: Orang Belajar dengan Biaya Sendiri, Mengapa Harus Dibatasi?


Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab. (Sumber: Facebook PUSIBA OIAA) Perbesar

Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab. (Sumber: Facebook PUSIBA OIAA)

Informatikamesir.net, Kairo—Muhammad Arifin, Direktur Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) menegaskan, PUSIBA tidak akan membatasi jumlah peserta didik yang mengikuti program persiapan masuk Universitas Al-Azhar Kairo. Hal ini yang membuat jumlah Calon Mahasiswa Baru (Camaba) yang akan berangkat tahun ini, baik melalui PUSIBA maupun mediator lain, mencapai angka 1.500-an.

“Orang mau belajar dan menuntut ilmu, dengan biaya sendiri pula, mengapa harus dibatasi? Kalaupun ada ‘pembatasan’, biar terjadi secara alami saja,” ungkap Arifin kepada Informatika, Sabtu, (5/9), via WhatsApp.

Ia menjelaskan maksud pembatasan yang terjadi secara alami itu misalnya dalam proses pembelajaran di tiap tingkat yang ada di PUSIBA, ada beberapa yang tidak naik, memutuskan tetap mengulang, bahkan tidak ingin lanjut atau keluar dari PUSIBA.

Arifin juga berpendapat, membludaknya jumlah peminat PUSIBA itu bisa jadi karena tidak diadakannya seleksi ke Timur Tengah oleh Kementerian Agama (Kemenag) tahun ini disebabkan pandemi COVID-19. Ia juga menilai jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan jumlah Camaba Al-Azhar tahun-tahun sebelumnya, yang menurutnya pernah mencapai 1.300-an orang.

Menurut direktur PUSIBA, penerimaan Camaba Al-Azhar yang sudah sebanyak itu, dan saat ini telah memasuki generasi ketiga, merupakan arahan dari pihak Markaz Syekh Zayed, Pusat Bahasa Al-Azhar di Kairo, dan sudah berkoordinasi dengan pihak Universitas Al-Azhar Kairo itu sendiri.

“PUSIBA ini kan cabang dari Markaz Syekh Zayed di Kairo, yang kebijakannya tentu saja tidak lepas dengan pihak-pihak terkait (di) Kairo,” ujar Arifin.

Untuk dapat mengikuti program persiapan masuk ke Universitas Al-Azhar Kairo di PUSIBA yang berlokasi di Indonesia, peserta didik hanya akan mengikuti ujian tahdid mustawa (ujian penentuan tingkat). Hal ini memungkinkan setiap orang untuk bisa mengikuti program persiapan itu, meskipun tidak memiliki kemampuan bahasa Arab dan pengetahuan agama yang memadai.

Menjawab problematik tersebut, Arifin mengungkapkan, Camaba yang memiliki kemampuan bahasa Arab yang sangat rendah akan mereka tempatkan di level atau tingkat paling bawah, dan memulai pelajaran dari materi-materi dasar, seperti mengenal bentuk, bunyi, penulisan huruf, dan kosakata-kosakata sederhana.

“Selain itu, mungkin perlu kita ingat juga bahwa  PUSIBA ini adalah tempat menyiapkan calon mahasiswa untuk bisa berkuliah dengan baik. Sebaik-baiknya lulusan PUSIBA, mereka tetap calon mahasiswa yang baru akan kuliah di berbagai fakultas keagamaan Al-Azhar,” ucap Direktur PUSIBA itu.

“Karenanya, kita tidak perlu berharap lulusan PUSIBA sudah menguasai manthiq seperti mahasiswa Ushuluddin tingkat 2 atau 3, atau menguasai perbandingan mazhab Fiqih seperti mahasiswa tingkat 2 atau 3 fakultas Syariah,” tambahnya.

Untuk saat ini, karena pembelajaran yang PUSIBA adakan untuk angkatan kedua dan ketiga masih bersifat daring, maka biaya yang dibebankan kepada mereka adalah USD 100 per tingkat, atau setara dengan 1,6 juta rupiah. Hal ini sangat berbanding jauh dengan angkatan pertama PUSIBA yang dikenakan biaya lebih dari 4 juta rupiah untuk setiap tingkatnya.

Reporter : Ari Pratama Syuhada

Editor: Defri Cahyo Husain

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Dua Nyawa Masisir Melayang, PPMI Mesir adalah Dalang?

5 August 2022 - 01:32 WIB

Ilustrasi orang yang meninggal. (Sumber: www.suaramerdeka.com)

Miftah Wibowo: Kairo 1925 Menjadi Kota Terbersih di Dunia, Sekarang Menjadi Kota yang Tak Terbayangkan

21 July 2022 - 21:32 WIB

WhatsApp Image 2022 07 22 at 04.18.59 85x85 - Miftah Wibowo: Kairo 1925 Menjadi Kota Terbersih di Dunia, Sekarang Menjadi Kota yang Tak Terbayangkan

Masisir Tak Ahli di Jurusan Kampus, Merasa Khianati Almamater, Saiful Millah, Lc. Beri Semangat dengan Bahasa Radikal

21 July 2022 - 20:06 WIB

WhatsApp Image 2022 07 22 at 03.03.00 85x85 - Masisir Tak Ahli di Jurusan Kampus, Merasa Khianati Almamater, Saiful Millah, Lc. Beri Semangat dengan Bahasa Radikal

Wakil Komandan DKKM PPMI Mesir Pertanyakan Keamanan Solusi Radikal Saiful Millah

18 July 2022 - 17:12 WIB

Wakil Komandan DKKM dalam acara SDC. (Sumber: Dok. Panitia)

Pandang Tinggal di Darrasah secara Akademik Sudah Tak Relevan, Saiful Millah Hadirkan Solusi Radikal

18 July 2022 - 15:58 WIB

Saiful Millah, Lc., Aktivis Akademis Masisir. (Dok. Panitia SDC)

Ketentuan Terbaru dari Pemerintah Indonesia untuk Penumpang Transportasi Udara Dalam dan Luar Negeri

17 July 2022 - 08:42 WIB

WhatsApp Image 2022 07 17 at 15.20.15 85x85 - Ketentuan Terbaru dari Pemerintah Indonesia untuk Penumpang Transportasi Udara Dalam dan Luar Negeri
Trending di Laporan Khusus