by

Atdikbud Baru KBRI Kairo Tanggapi Perihal Alumni Al-Azhar yang Kurang Terlihat Kiprahnya di Indonesia

Informatikamesir.net, Kairo — Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo yang baru, Prof. Bambang Suryadi, Ph.D., mengemukakan pendapatnya mengenai alumni Universitas Al-Azhar Kairo yang kurang terlihat kiprahnya di Indonesia.

Menurutnya, faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah minimnya kegiatan-kegiatan alumni Universitas Al-Azhar Kairo yang terekspos di media. Padahal pada realitasnya, banyak dari para alumni itu yang mengabdi langsung ke masyarakat di daerahnya, memberi pencerahan kepada masyarakat dan menyebarkan kemaslahatan.

“Kita harus pahami dulu makna belum terdengar itu seperti apa. Makna terdengar kiprahnya itu jangan sekadar dimaknai dengan sosok pejabat, kepala birokrat, dan sebagainya. Bagi saya, alumni Azhar yang jauh dari keramaian, lalu mengajarkan ilmu yang dipelajari di sini, atau memberi pencerahan kepada masyarakat adalah sosok alumni yang luar biasa,” ujar Prof. Bambang kepada Informatika.

Faktor lain yang menurutnya jadi penyebab hal tersebut adalah karena mayoritas alumninya yang berkiprah di tanah air merupakan lulusan S1, sehingga ia menyarankan untuk tidak berekspektasi secara berlebihan. Maka peran mengajarkan ilmu yang sudah dipelajari, menurutnya juga adalah satu hal yang luar biasa.

“Yakinlah bahwa Allah itu tidak tidur. Allah Mboten Sare (Allah tidak tidur-Red). Jangan berkecil hati. Pengabdian kita sekecil apa pun, kalau diniatkan lillahi ta’ala, tentu pengaruhnya tidak kurang dari mereka yang menjadi pesohor, pejabat, dan sebagainya,” jelas Atdikbud KBRI Kairo pada Ahad, (31/8), di halaman Kantor KBRI Kairo.

Ketika ditanya oleh kru Informatika mengenai pandangannya terhadap mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir), Prof. Bambang mengatakan, mereka yang sedang belajar di Mesir saat ini adalah orang-orang yang punya mimpi, punya visi, dan punya cita-cita yang luhur. Tentu luar biasa menurutnya, bisa mempunyai kesempatan untuk menuntut ilmu langsung dari pusatnya.

“Mahasiswa Al-Azhar adalah orang-orang pilihan. Orang-orang yang benar-benar memiliki visi dan cita-cita yang mulia. Mereka juga memiliki keuntungan menjadi pusat perhatian dunia. Karena Azhar sendiri adalah salah satu kiblat ilmu dunia,” ungkap Prof. Bambang.

“Saya dulu juga berkeinginan untuk belajar di sini (Mesir), tapi tidak kesampaian. Tetapi, banyak adik kelas, kakak kelas, dan teman-teman saya yang alumni Al-Azhar,” tambahnya.

Selain itu, salah satu kekaguman Prof. Bambang adalah banyaknya wadah-wadah dinamika kemahasiswaan yang ada dalam lingkup Masisir, mulai dari PPMI Mesir, Wihdah PPMI Mesir, Senat Fakultas, Kekeluargaan Nusantara, hingga Almamater.

Ia juga mengharapkan dengan bervariasinya dinamika di kalangan Masisir itu dapat meningkatkan kualitas pribadi masing-masing mahasiswa, baik dari segi akademis, maupun pengembangan diri.

Reporter: Dandi Azhary Nasution

Editor: Defri Cahyo Husain

Comment

Berita Lainnya