Tari Kecak Warnai Penutupan Bhineka Cup 2026: Kenalkan Budaya Bali
Informatikamesir.net, Kairo – Ala Taisir selaku Ketua Pelaksana Bhineka Cup 2026 menyebut pemilihan Tari Kecak pada acara Grand Closing sebagai bentuk pengenalan budaya Bali yang menjadi bagian dari identitas KM-NTB (Keluarga Mahasiswa Nusa Tenggara dan Bali). Hal ini sebagaimana disampaikannya dalam sesi wawancara bersama tim Informatika pada Sabtu (24/10) di lapangan Wafa El Amal, Hay Tamin.
“KM-NTB sendiri kan berkekeluargaan dari banyaknya pulau-pulau, kayak pulau Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur. Nah, kenapa mengambil daerah Bali? Karena KM-NTB ikonik dengan Nusa Tenggaranya doang, kayak Balinya itu kurang terlihat gitu. Nah, di sini kita lebih memperkenalkan lagi adat Bali mangkanya kita memilih Tari Kecak sebagai Closing dari acara Bhineka Cup itu sendiri,” tutur Ala.
Bhineka Cup 2026 ditutup dengan persembahan Tari Kecak serta drama Hanoman dan Leak yang beriringan dengan tarian tersebut. Dewan juri, gubernur kekeluargaan, dan beberapa tamu undangan lainnya ikut hadir memeriahkan acara dengan maju ke tengah lapangan untuk ikut serta mengambil potret bersama.
Reporter: Naura Hanan Nadhifa
Editor: Sayyaf Izzuddin





