Nadhir Ainun Sebut Public Speaking Tak Cukup dengan Teknik Berbicara
Informatikamesir.net, Kairo — Kemampuan public speaking tidak cukup dibangun melalui teknik berbicara, tetapi juga perlu ditopang kualitas diri, mulai dari karakter hingga pola pikir. Hal tersebut disampaikan oleh M. Nadhir Ainun, selaku penyiar Suara Gontor FM, dalam talkshow bertajuk “Speak to Influence, Not to Impress” pada malam puncak Radioverse 2026 pada Kamis (22/10) di Aula PKP (Pusat Kecemerlangan Pelajar), Rab’ah.
Dalam pemaparannya, Nadhir menyoroti pemahaman public speaking yang kerap terbatas pada kemampuan berbicara di depan umum. Menurutnya, public speaking tidak sekadar tentang kelancaran berbicara atau penampilan yang memukau, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menyampaikan isi pikiran dan kualitas dirinya kepada orang lain.
Nadhir menjelaskan bahwa kemampuan komunikasi berkaitan erat dengan karakter, pola pikir, dan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, seseorang yang ingin menjadi pembicara andal perlu membangun kualitas dirinya terlebih dahulu, bukan hanya berfokus pada teknik penyampaian.
“Untuk membicarakan kebenaran dengan meyakinkan, seseorang harus terlebih dahulu hidup dalam kebenaran tersebut,” demikian pernyataan yang tercatat dalam transkrip pemaparan Nadhir.
Nadhir juga menekankan pentingnya memperkaya wawasan melalui bacaan dan pengalaman. Menurutnya, apa yang dikonsumsi dan dipelajari seseorang turut membentuk cara berpikirnya. Hal tersebut kemudian tercermin dalam cara seseorang menyusun gagasan, mengambil keputusan, dan berkomunikasi dengan orang lain.
Selain karakter dan wawasan, Nadhir turut membahas pentingnya membangun kualitas diri melalui kebiasaan sehari-hari. Upaya menjadi pembicara yang baik, menurutnya, perlu dimulai dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana seseorang bersikap dan berinteraksi dengan lingkungannya.
Melalui pemaparan tersebut, Nadhir mengajak peserta untuk tidak hanya mengejar kemampuan berbicara yang terlihat meyakinkan, tetapi juga membangun kualitas diri yang mendasari pesan yang disampaikan.
Reporter: Umar Mogalana
Editor: Faqih Billah





