by

Balas Ejekan “Corona” Dengan Batuk, Warga Mesir: Cara Ini Lebih Efisien

Informatikamesir.net, Kairo —“Tidak masalah, karena bukan kita yang memulai. Selain itu, cara ini (pura-pura batuk) lebih efisien untuk membalas keusilan orang,” ucap Du’aa Ahmad Nahrawi, warga Mesir yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga serta penerjemah freelance, ketika diwawancarai oleh kru Informatika.

Hal tersebut Du’aa ungkapkan dalam menanggapi beberapa oknum warga Mesir yang kerap menghina para Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Asia di Mesir pada umumnya dengan sebutan “Corona”. Menurutnya, dengan cara pura-pura batuk, dampak sosial dari penyebaran pandemi Covid-19 di Mesir ini bisa terminimalisir.

Du’aa mengaku prihatin, melihat saat ini banyak warga asia, terkhusus orang Indonesia sendiri, yang dilecehkan atau bahkan dikucilkan oleh warga Mesir yang ‘beranggapan’ bahwa semua orang asia bertanggung jawab atas mewabahnya virus Corona atau COVID-19 ini.

Meski begitu, fenomena ini menurut Du’aa tidak serta merta menjadi tolak ukur bahwa semua orang Mesir melakukan pelecehan tersebut. Hanya sebagian kecil dari mereka, yang minim pengetahuan mengenai virus ini, yang melakukan hal tersebut.

Penerjemah freelance itu memberikan contoh dengan kasus video yang sempat viral menegenai seorang mahasiswa Cina di Mesir yang mendapat perlakuan tak ‘senonoh’ oleh orang-orang Mesir.

Mahasiswa Cina tersebut langsung mendapat tanggapan dari pemuda-pemudi Mesir yang menunjukkan empati mereka dengan mendatangi orang yang bersangkutan, menyerahkan karangan bunga, serta meminta maaf.

“Satu hal yang harus diingat, bahwa hate speech (kebencian) yang selalu digemborkan meski dengan tujuan membela Islam, seperti mengaitkan Corona dengan kasus Uighur, ikut memberi andil pada sikap tidak bersahabat yang dipertontonkan sebagian orang (Mesir) terhadap pendatang Asia yang di mata mereka, semua (Asia adalah) Cina,” tambahnya.

Sebagai salah seorang warga Mesir yang menikah dengan warga Indonesia, Du’aa merasa terganggu dengan fenomena pelecehan ini. Bahkan ketika mendapati supir Uber yang mengomentari dua mahasiswi Indonesia sebagai pembawa virus.

Du’aa pun menjelaskan bahwa mereka (Mahasiswi Indonesia) itu mandi minimal dua kali sehari. Ia juga berkata bahwa pasien kasus COVID-19 di Mesir jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan yang ada di Indonesia.

Berdasarkan data yang dilansir oleh www.youm7.com pada Selasa (17/03/20), menyatakan bahwa pasien positif Corona yang berada di Mesir itu sudah mencapai 196 pasien, 6 di antaranya meninggal dunia, dan 26 lainnya telah berangsur sembuh.

Sedangkan menurut data yang dilansir oleh www.detik.com pada Senin (16/03/20), mengatakan bahwa pasien positif Corona yang berada di Indonesia sudah mencapai 134 kasus, 5 di antaranya meninggal dunia, serta 8 lainnya telah sembuh.

Du’aa berpesan agar para korban segera memanggil polisi jika pelecehan yang terjadi sudah melewati batas. Ia juga menjelaskan, jika hal tersebut terjadi padanya, ia pun akan menjawab dengan kalimat “Khalik fii nafsak (Urus saja dirimu sendiri!).”

“Saya tidak akan memberi peluang agar orang tersebut menarik perhatian khalayak dan bertambah arogan dengan mengajaknya debat atau adu mulut,” tangkasnya.

Reporter: Defri Cahyo Husein

Editor: Muhammad Nur Taufiq al-Hakim

Comment

Berita Lainnya