Forkapmi Sebut Pusiba Penyebab Jalur Masuk Al-Azhar Terpecah
Informatikamesir.net, Kairo – Syahrul Fadil Syarifuddin, Lc., M.H., Ketua Forkapmi (Forum Konsultan Pendidikan Al-Azhar Mesir Indonesia) menyebut Pusiba (Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab) yang pertama kali menyebabkan jalur masuk Al-Azhar terpecah menjadi dua. Sebelumnya, jalur tes masuk Al-Azhar hanya melalui Kemenag RI. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Fadil dalam acara “Apa kabar Masisir” pada Ahad (05/07) di Kafe Nadi Qaumi, Darrasa.
“Kalau dulu, jalur itu cuman satu, Kementerian Agama. Yang merubah menjadi dua itu 2019, (yaitu) jalur Pusiba. Karena 2019 ada banyak yang tidak diluluskan, saya tidak tahu tidak diluluskannya karena nilainya atau memang kuotanya. Di 2019, ada sekian banyak yang tidak diluluskan oleh lembaga ini, (lalu) diakomodir mengikuti tahdid mustawa (tes penempatan tingkat daurah lugawi), yang kita tahu tahdid mustawa tidak ada istilah lulus dan tidak lulus,” ujar Fadil.
Adapun kemunculan jalur ketiga, Fadil kemudian menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan dampak dari keputusan pondok-pondok muadalah untuk memisahkan diri lalu membuka jalur dan memberangkatkan sendiri calon mahasiswa baru.
“Memang pesantren berharap, ‘Untuk apa diseleksi? Kita sudah punya ijazah muadalah.’ Ijazah muadalah itu sebagai konsep seleksi di Al-Azhar. Makanya muncul jalur ketiga,” jelas Fadil.
Ari Pratama Syuhada, Lc., mantan Wakil Presiden PPMI Mesir yang saat itu menjadi moderator, bertanya kepada Fadil terkait sistem seleksi keberangkatan di Forkapmi.
“Apakah di Forkapmi juga diseleksi seperti Kemenag ada yang lulus dan tidak lulus atau mereka melewati langkah ini dan langsung ke tahdid mustawa?” tanya Ari.
“Di Forkapmi, kami langsung mengikuti regulasi kualifikasi yang tercatat dari Markaz Tatwir. Lulus atau tidak bukan berada di tahapan daurah lugawi. Markaz Tatwir memiliki konsep untuk anak tahdid mustawa mendapatkan levelnya. Kalau kami, gugur hanya mengundurkan diri. Kalau gugur dari tes muadalah, Tatwir punya skema remedial. Mau salahkan Tatwir?” jawab Fadil.
Reporter: Faqih Billah
Editor: M. Saladin Ghaza
Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!
Klik di sini




