Setelah 20 Tahun, Indonesia Kembali Hadirkan Paviliun di CIBF
Informatikamesir.net, Kairo — Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia kembali hadirkan paviliun di CIBF (Cairo International Book Fair) ke-57 yang berlokasikan di Egypt’s International Exhibition Center, Tajammu’ Khamis setelah vakum selama 20 tahun.
Paviliun yang terletak di Hall 1 dengan nomor B56+ ini mengangkat tema Ekoteologi dan Harmoni: dari Indonesia untuk Dunia dalam Pembangunan yang Berkelanjutan. Sebagai satu-satunya paviliun dari kawasan Asia Tenggara, ekoteologi menjadi konsep utama paviliun Indonesia yang mengkaji hubungan antara keyakinan agama dengan lingkungan hidup.
Ekoteologi menjadi salah satu dari Asta Program Prioritas Kementerian Agama (Asta Protas). Kehadiran paviliun ini menjadi kesempatan Indonesia dalam mengenalkan literasi, budaya, keharmonisan, serta kepedulian lingkungan kepada seluruh pengunjung yang berasal dari berbagai penjuru dunia.
CIBF adalah festival pameran buku internasional tahunan terbesar dan tertua di dunia Arab, serta terbesar kedua di seluruh dunia setelah pameran buku di Frankfurt, Jerman. Tahun ini para pengunjung bisa mendatangi pameran sejak 22 Januari—3 Februari 2026.
Reporter: Muhammad Naufal Luthfi
Editor: M. Saladin Ghaza Al Arsyad
Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!
Klik di sini



