Mesir Makin Dingin, Masisir Harus Bagaimana?
Informatikamesir.net, Kairo – Udara telah terasa sangat dingin di penjuru negara Mesir. Tanpa kita sadari, puncak musim panas telah berlalu dan kini mulai berganti menuju musim dingin. Musim dingin di Mesir ditandai dengan angin dingin di luar ruangan yang seringkali merasuk ke tubuh. Suhu dingin di Mesir memang berbeda jauh dengan suhu dingin di Indonesia. Suhunya sering kali berubah-ubah mengikuti pergantian cuaca.
Dilansir dari Weather Spark, suhu musim dingin di Mesir berada di kisaran 19 derajat Celcius hingga 10 derajat Celcius. Rata-rata suhu ini jauh berbeda dibandingkan suhu dingin di musim hujan yang ada di Indonesia. Dilansir dari Ahram Online, perhitungan astronomi menetapkan 21 Desember sebagai awal musim dingin di Mesir pada tahun ini. Meskipun belum masuk dalam tanggal perhitungan astronomi, udara dingin sudah mulai terasa kuat di sepanjang akhir bulan November. Dikutip dari Weather Spark, musim dingin biasanya berlangsung selama 3 bulan.
Untuk menyesuaikan diri dengan musim dingin, berpakaian adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kehangatan tubuh. Baju dan celana berbahan tebal menjadi pilihan utama untuk menghangatkan tubuh. Diluar dari itu, beberapa atribut tambahan kerap menjadi opsi Masisir untuk menghadapi musim dingin ini. Atribut tersebut di antaranya adalah syal, kupluk, sarung tangan, hingga kaos kaki.
Pakaian yang identik dengan musim dingin ini bukan sekedar menjadi penghangat tubuh, tetapi juga kerap dipadukan dengan tren berpakaian zaman ini. Musim dingin di Mesir dengan outfit yang khas biasa dijadikan momen untuk mengabadikan kenangan di tempat-tempat wisata. Tempat-tempat estetik seperti Piramida Giza, Luxor, hingga Alexandria kerap dijadikan tujuan destinasi wisata. Dilansir dari Egyptian Streets, pakaian dengan model dan warna minimalis banyak dipilih masyarakat setempat di musim dingin ini. Sweter dan pakaian lain dengan warna hangat seperti oranye tua, cokelat, dan merah anggur bisa memberi sentuhan kesan nyaman dan hangat pada pakaian. Di sisi lain, nuansa alami seperti hijau zaitun, abu-abu, dan warna-warna tanah dapat menambah keanggunan yang bersahaja dan keindahan alami.
Selain berpakaian dengan menyesuaikan tren, tak lupa untuk kita supaya tetap menjaga kesehatan tubuh. Kesehatan tubuh meliputi organ luar seperti kulit dan organ dalam seperti pencernaan dan pernafasan. Penjagaan kelembapan kulit bisa dilakukan dengan menggunakan cream pelembap kulit. Penting juga untuk rutin meminum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Minuman yang hangat sangat cocok untuk dikonsumsi ketika musim dingin. Penjagaan pola makan juga hal yang penting dalam menjaga kesehatan tubuh di musim dingin. Dikutip dari RRI, makanan berbasis karbohidrat kompleks seperti nasi putih, nasi merah, kentang, dan oatmeal adalah sumber energi yang sangat baik di musim dingin.
Selain makanan dan minuman, olahraga juga diperlukan sesekali untuk menghangatkan tubuh. Olahraga ringan seperti push up, jogging, atau sekedar jalan kaki di pagi dan sore hari sangat baik untuk menjaga suhu tubuh. Penggunaan masker disarankan apabila kurang nyaman ketika bernapas dengan udara dingin dan sebagai upaya kita untuk mencegah penyakit menular. Tak lupa juga, bahwa aktivitas di malam hari sangat perlu diperhatikan karena suhu kerap turun drastis ketika tengah malam hingga pagi. Dengan itu, beberapa toko telah menyediakan selimut untuk menjaga kehangatan tubuh ketika tidur.
Itulah beberapa pembahasan dan tips untuk musim dingin di Mesir. Beberapa hal memang perlu dilakukan supaya kesehatan tubuh tetap kondusif. Maka dari itu, dalam satu sisi kita tetap bisa memperhatikan keindahan berpakaian. Di sisi lain, kita tetap senantiasa menjaga kesehatan tubuh kita. Sebagai Masisir pula, kesehatan sangatlah penting untuk menjaga kenyamanan beribadah, talaki, dan kuliah. Apalagi, Desember sudah masyhur menjadi bulan persiapan ujian termin bagi Masisir. Maka, marilah kita saling mengingatkan dan menjaga kesehatan tubuh kita masing-masing.
Reporter: Isa Latif Zein
Editor: Muhammad Saladin Ghaza Al Arsyad
_____________
Catatan: Artikel ini telah ditulis dan disunting sebelum masa tawaquf Informatika Mesir.
Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!
Klik di sini




