Lembaga Dakwah PCINU dan FORDAF Gelar Pelatihan Dai Perdana Bersama Akademi Dai Internasional Al-Azhar
Informatikamesir.net, Kairo – Lembaga Dakwah PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) Mesir dan FORDAF (Forum Dai’yah Fatayat) NU untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan Akademi Dai Internasional Al-Azhar dalam menggelar aflah Ikhtitam Program Pelatihan Dai dan Sertifikasi Berbasis Manhaj Al-Azhar yang diikuti oleh 50 peserta pada Rabu (7/10) di Qoah Imam Ahmad Al-Tayyib, Majma’ Buhuts Al-Islamiyyah, Nasr City.
M. Alaikassalam, Lc., selaku Ketua Lembaga Dakwah PCINU dalam wawancaranya bersama tim Informatika Mesir menyampaikan bahwasannya program ini adalah program perdana. Harapannya untuk melanjutkan program emas tersebut dengan jangkauan yang lebih luas lagi tidak hanya bagi Masisir tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara umum.
“Program ini adalah program pertama kali di Masisir. Mereka mendapatkan materi dakwah langsung dari masyayikh Al-Azhar, dan kita melihat itu adalah program emas dan sangat bagus, khususnya kepada Masisir yang fresh graduate. Kami berencana program ini akan dilanjutkan dengan jangkauan yang lebih luas, tidak hanya bagi Masisir, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara umum.” Jelas Alam.
Lebih lanjut, Alam menjelaskan latar belakang program ini dalam wawancaranya. Ia memaparkan proses terkait terlaksananya program tersebut.
“Akademi Al-Azhar biasanya hanya memberikan pelatihan kepada ulama-ulama dari seluruh negara yang telah diseleksi ketat. Dari sini kami melihat peluang, bisa tidak Masisir juga mendapatkan pelatihan yang sama meskipun belum menjadi ulama,” ujar Alam.
Alam menyatakan sebelum mengikuti program, calon peserta terlebih dahulu mengikuti proses seleksi yang terdiri dari dua tahap. Tahap pertama seleksi esai dengan tema yang sudah ditentukan oleh panitia dan dilanjutkan pada tahap kedua dengan pembuatan video kultum yang dikembangkan dari esai.
Saat proses pengajuan kerjasama, Ia juga menjelaskan kepada pihak Akademi Al-Azhar
bahwa para lulusan mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar pada waktunya akan kembali ke Indonesia dengan membawa nama Al-Azhar. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali pelatihan mengenai tata cara berdakwah, sekaligus bagaimana membawa dan merepresentasikan nama Al-Azhar dengan baik dan benar di tengah masyarakat.
Namun bukan cuma itu, Alam juga menjelaskan akan kebutuhan sertifikasi dakwah resmi dari instansi ternama yang dapat memudahkan para alumni dalam upaya mereka menyebarkan dan menjaga ajaran agama Islam.
Acara ini merupakan penutupan program pelatihan dai sekaligus bentuk apresiasi kepada para dai dan daiyah yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan selama kurun waktu dua pekan. Adapun mayoritas peserta merupakan lulusan strata satu Universitas Al-Azhar tahun ini serta mencakup mahasiswa Indonesia pascasarjana yang ada di Mesir. Materi program terdiri atas materi inti dari Akademi Dai Internasional Al-Azhar dan materi tambahan dari Lembaga Dakwah PBNU (Pengurus Besar NU) terkait konteks dakwah di Indonesia.
Pada sesi penutupan acara Alam menyatakan seluruh peserta akan melanjutkan tahapan berikutnya yaitu latihan Akademi Diplomat. Adapun materi yang diberikan langsung oleh staf KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Kairo, yang diselenggarakan pada tanggal 17-19 Oktober di KBRI mendatang.
Reporter: Muhammad Fajar Nailus Sifa
Editor: Salsabila Dwi Fitria




