Ketua SEMA-FU Ungkap Ketiadaan Mekanisme Formal antara Organisasi Mahasiswa dan Kampus
Informatikamesir.net, Kairo – Almer Hakim, Ketua SEMA-FU (Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin) mengungkapkan tidak ada mekanisme formal yang secara langsung menghubungkan organisasi mahasiswa dengan pihak kampus. Hal tersebut disampaikannya dalam sesi wawancara bersama tim Informatika Mesir pada Rabu (05/08) di Wisma Nusantara, Rab’ah.
Akibat ketiadaan mekanisme formal yang secara langsung menghubungkan organisasi mahasiswa dengan pihak kampus. Kondisi tersebut menuntut pengurus senat untuk aktif membangun komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari syu’un, administrasi fakultas, hingga pimpinan kampus agar berbagai kebutuhan mahasiswa dapat tersampaikan.
Meski demikian, Almer menilai hubungan tersebut mengalami perkembangan positif sepanjang masa kepengurusannya. Ia menyebut sejumlah kerja sama berhasil terlaksana, seperti dalam kegiatan Takrim, GTO (Grand Try Out), penyampaian informasi akademik, hingga penyelesaian beberapa persoalan administrasi mahasiswa.
“Tantangan terbesar memang membangun hubungan antara senat dan kuliah. Alhamdulillah, tahun ini hubungan tersebut berjalan baik melalui komunikasi dan silaturahmi yang terus kami bangun.” Ujar Almer.
Sebelumnya, Almer mengungkapkan tantangan terbesar selama menjabat sebagai ketua bukan hanya mengelola organisasi, tetapi juga membangun komunikasi yang intensif dengan pihak Fakultas Ushuluddin Al-Azhar.
Kemudian, Almer menilai penguatan budaya keilmuan serta hubungan yang baik dengan pihak fakultas menjadi dua aspek penting yang mewarnai kepengurusan SEMA-FU selama satu tahun terakhir.
Di lain sisi, Almer mengungkapkan bahwa menjadi ketua organisasi memberinya banyak pelajaran, terutama mengenai pengorbanan waktu, tenaga, serta tanggung jawab dalam mengawal seluruh kepentingan divisi selama masa kepengurusan.
Menutup wawancara, Almer berpesan agar generasi penerus SEMA-FU tetap menjadikan keilmuan sebagai fondasi utama organisasi. Menurutnya, kualitas kepemimpinan hanya akan lahir dari mereka yang mencintai ilmu.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh mahasiswa Fakultas Ushuluddin apabila masih terdapat keterbatasan selama masa pengabdian Kabinet Watsiqoh, sembari berharap segala upaya yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi aktivitas akademik.
“Tetap prioritaskan keilmuan di atas segalanya. Jangan lepas dari durus, muqarar, jurnal, dan segala aktivitas yang membuat ilmu terus bertambah.” Pesannya.
.Reporter: Isa Latif Zein
Editor: Faqih Billah





