by

Kepala AOI: Mesir Pertimbangkan Produksi Vaksin Virus Corona Rusia, Sputnik V

Informatikamesir.net, Kairo — Melalui Ahramonline, Kepala Organisasi Arab untuk Industrialisasi (AOI) Abdel Moneim Altras mengatakan Mesir sedang mempertimbangkan untuk memproduksi vaksin antisipasi virus corona Rusia Sputnik V yang telah diuji coba pada manusia. Ia menyatakan bahwa produksi dan penjualan vaksin Rusia di pasar farmasi Mesir sedang dipertimbangkan sembari menunggu uji klinis yang diperlukan untuk menjamin keamanan vaksin.


Pernyataan Altras disampaikan dalam pertemuan yang diadakan pada Kamis (3/9) dengan Duta Besar Rusia untuk Mesir Georgy Borisenko dan Ketua Otoritas Obat Mesir dan Pengadaan Perlengkapan serta Teknologi Medis, Bahaa El-Din Zidan.


Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh AOI, pertemuan tersebut membahas visi AOI dalam memperdalam manufaktur lokal, serta mentransfer dan menerapkan teknologi di berbagai bidang industri.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga saat ini belum ada vaksin yang disetujui untuk COVID-19 yang mana telah merenggut nyawa lebih dari 860.000 orang dan menginfeksi sekitar 26 juta orang di seluruh dunia.


Selama pertemuan pada Kamis lalu, Altras merujuk pada arahan yang dikeluarkan oleh Presiden Mesir Abdel-Fattah El-Sisi tentang penerapan teknologi dalam industri medis dan farmasi dengan bekerja sama dengan mitra internasional.


“Organisasi ini bekerja untuk memanfaatkan semua teknologi dan sumber daya manusia yang tersedia untuk mentransfer dan menerapkan teknologi maju dari negara-negara sahabat, terutama perusahaan Rusia, untuk mengembangkan metode dan sistem industri Mesir serta melatih kader manusia sesuai dengan sistem revolusi industri 4.0,” kata Altras.


Borisenko, pada kesempatan tersebut juga menyampaikan negaranya berharap dapat bekerja sama dengan AOI untuk menjajaki pasar Mesir dengan vaksin.


Rusia sebelumnya mengonfirmasi bahwa relawan yang ikut serta dalam uji klinis untuk vaksin baru ini tidak menunjukkan efek samping atau terkena virus corona sejak mereka divaksinasi.


Menurut laporan media lokal Rusia, tahap ketiga dari uji klinis vaksin yang berkaitan dengan pengujian kemanjuran dan keamanan vaksin sebelum dilisensikan, akan segera dilakukan pada lebih dari 2.000 orang di Rusia dan negara bagian lain.


Duta Besar Rusia memuji kemampuan “besar” AOI yang mendorong perusahaan Rusia untuk bekerja sama dan bertukar keahlian. 

“Mesir adalah mitra sejarah dan strategis bagi Rusia,” tegasnya.


Borisenko mengatakan perusahaan-perusahaan Rusia berharap dapat menjalin kemitraan baru dengan AOI di semua bidang industri dan pelatihan.


Mesir sejauh ini melaporkan total 99.280 kasus virus korona sejak wabah melanda negara itu pada Februari, termasuk 5.461 kematian dan 74.626 pemulihan.


Bulan lalu, pemerintah Mesir mengatakan bahwa negara akan siap untuk membeli vaksin virus corona jika tersedia.


Menteri Kesehatan Mesir pada Juli lalu mengungkapkan bahwa Mesir telah mendapatkan 30 juta dosis vaksin Inggris yang dikembangkan oleh Universitas Oxford.


Vaksin Oxford tersebut masih dalam tahap uji coba, tetapi telah mencapai tahap lanjut di banyak negara dan telah mencapai tahap uji coba terakhir di Brasil.


Reporter: Hilmi Ghifaria
Editor: Naya Salsa

Comment

Berita Lainnya