Keluh Kesah Maba: Ungkap Aksi Oknum Mediator
Informatikamesir.net, Kairo – Salah satu maba (mahasiswa baru) mengungkapkan aksi oknum-oknum mediator yang menjanjikan berangkat ke Mesir tanpa tes beserta garansi kelulusan. Hal itu disampaikannya pada acara Bedah Buku Ilalang dan Bunga yang diadakan oleh Pendar (Pena Darussalam) berkolaborasi bersama PMIK, Jumat (13/02) di PMIK, Rab’ah.
“Jadi yang saya lihat dari teman-teman maba. Dikarenakan sistem yang baru ini, banyak oknum-oknum mediator yang menjanjikan berangkat ke Mesir tanpa tes dan juga menjanjikan garansi kelulusan,” ungkap maba kedatangan bulan Desember lalu tersebut.
Selain itu, oknum mediator tersebut juga menjanjikan bahwa dengan membayar 20 juta rupiah maba dipastikan dapat berangkat ke Mesir dan lengkap dengan fasilitas yang dijanjikan.
“Tetapi, ada beberapa mediator yang seperti itu, mulai dari sistem administrasinya yang menjanjikan, misalkan 20 juta pasti berangkat terus sudah lengkap di sana semua. Nah nyatanya pas ke Mesir, imarahnya kosong, enggak ada apa-apa. Kemudian, katanya bakalan dibimbing bahasa, muqarar segala macam, rupanya pas sampai di Mesir dilepas begitu saja. Jadi kami datang Desember (kemarin) ini kaget H-1 bulan ujian,” ungkap maba tersebut.
Lalu maba tersebut membongkar sedikit, bahwa pelaksanaan ujian Tahdid Mustawa (red: penentuan level) dibantu oleh mediator tersebut.
“Ini agak bongkar sedikit, pas kami (ujian) Tahdid Mustawa, ada beberapa yang dibantu. Apa dampak dari dibantunya kami di ujian itu? Kami malas belajar karena (merasa) sudah pasti lulus gitu dan itu terbawa malasnya sampai ke Mesir,” bongkarnya.
Ia mengakui bahwa dari kebiasaan tersebut membuatnya takut akan mayoritas angkatannya terancam rasib (red: tidak lulus) ujian termin.
“Itu yang membuat ketakutan saya, angkatan kami ini bisa jadi mayoritas rasib. Itu yang kami takutkan. Takut malahan, saya melihat ini bukan asal ngomong ya, ini fakta lapangan teman-teman mediator saya, aduh kebongkar,” tambahnya.
Acara bedah buku tersebut diisi oleh Naila Fauziah Abdillah selaku pembedah pertama, Lalu Azmil Muttaqiin selaku pembedah kedua, dan dimoderatori oleh Hanif Syahwie.
Reporter: Faqih Billah
Editor: Muhammad Naufal Luthfi
Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!
Klik di sini





Terlalu banyak ngutip perkataan narasumber, seharusnya bisa lebih tajam lagi