Forum Diskusi Informatika Tumbuhkan Kesadaran Kolektif dalam Isu Pembludakan Masisir
informatikamesir.net, Kairo – Informatika Mesir menggelar Forum Diskusi dengan tema pembahasan “Permasalahan yang Semakin Masif Akibat Pembludakan Masisir, Turutkah Al Azhar Bertanggung Jawab?” pada Minggu (09/10) di Cafe Gegek, Hay Asyir.
Forum diskusi kali ini menghadirkan sejumlah panelis dari berbagai latar belakang untuk memberikan beragam sudut pandang. Hadir sebagai narasumber: Zaudan Afkar, Wakil Ketua PPMI Mesir 2025–2026; Mujida Amaniyya, Ketua Wihdah PPMI Mesir periode 2023/2024; Defri Cahyo, jurnalis senior sekaligus aktivis; serta Zaenal Mustofa, alumni Informatika Mesir dan pengamat Masisir senior.
Sementara itu, perwakilan dari KBRI Kairo, Abdul Muta’ali, M.A, M.IP, Ph.D. yang semula dijadwalkan turut menjadi panelis, berhalangan hadir karena sedang sakit.
Naufal Luthfi sebagai ketua pelaksana menyampaikan bahwa forum diskusi seperti ini penting, “Forum diskusi yang berjalan kemarin, sangat membuka pandangan kita tentang tema yang dibahas. Terutama semua panelis sepakat bahwa isu pembludakan maba tidak ada korelasinya dengan pertambahan jumlah masalah di Masisir. Dari diskusi tersebut, kita menemukan banyak perspektif bagaimana mengatasi masalah daripada mengkambinghitamkan suatu lembaga,” ujar Naufal.
Setiap panelis memiliki pendapat berdasarkan sudut pandang masing-masing. Zaudan Afkar mengawali diskusi dengan membagi pendapatnya mengenai masalah ini yang harus dihadapi secara bersama.
“Masalah ini merupakan tanggung jawab bersama. Dalam setiap aspek, seperti Azhar yang dalam dukungannya terhadap akademik, KBRI dalam hal perlindungan dan advokasi, PPMI yang mewadahi dan memberikan cipta lingkungan, serta Masisir tersendiri lewat kesadaran dan inisiatif mereka,” tutur Zaudan.
Zaenal Mustofa menanggapi tentang pembludakan kedatangan Masisir yang dimulai saat Markaz Tatwir membuka jalur kedatangan maba. “Kita perlu lihat dinamika yang ada, kenapa Markaz Tatwir akhirnya dibuka justru karena menanggapi masalah yang sudah terjadi sebelumnya terkait kecurangan beberapa oknum,” jelas Zaenal.
Mujida Amaniyya membagikan pendapatnya dengan menyebutkan risalah Al-Azhar. Menurutnya, tidak tepat jika pembludakan yang terjadi disalahkan kepada Al-Azhar. “Al-Azhar memiliki risalah, yaitu tahqîqu ar-rakhâ lil ‘âlami kullihi—bagaimana Al-Azhar menciptakan kesejahteraan bagi seluruh dunia, laysa lil muslimîna wahdahum—bukan hanya untuk umat Islam saja. Itulah tujuan yang ingin dititipkan kepada murid-muridnya untuk direpresentasikan di negara masing-masing,” ujar Mujida.
Sementara itu, Defri Cahyo mengingatkan tentang kepastian akar masalahnya, “Permasalahan Masisir yang dikerucutkan ada tiga isu: moral, keamanan, dan ekonomi. Tetapi, apakah benar permasalahan ini muncul akibat pembludakan Masisir? Jadi sebelum dikaitkan dengan Azhar, perlu dijawab dulu akar masalahnya, kuantitas yang harus dibatasi belum tentu fokus utamanya,” jelas Defri.
Reporter: Yasmin Sholihatul Amalia
Editor: Afifah Azmi Saiyidah
Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!
Klik di sini




