by

Berdesak-desakan, Mahasiswa Asing di Al-Azhar Cek Kesehatan Sebagai Syarat Ujian

Informatikamesir.net – Kairo, Pihak universitas Al-Azhar mengeluarkan surat edaran kepada mahasiswa asing, termasuk mahasiswa Indonesia untuk memeriksakan diri ke rumah sakit universitas di Darrosah. Mahasiswa yang tidak melakukan pengecekan kesehatan dilarang mengikuti ujian. Hal ini membuat  antrian penuh di rumah sakit.

Terkait himbauan yang keluar dari pihak univesitas, ketua Senat Fakultas Ushuluddin, Novian Nuzul Faza menyampaikan bahwa check up wajib bagi semua mahasiswa asing: ”Setelah konfirmasi ke Amid  kulliah (Dekan Fakultas) Ushuluddin, check up wajib bagi semua mahasiwa dan setau ana itu bukan tahlil damm, cuma check up aja.”

Ia juga memastikan kalau ada mahasiswa yang belum melakukan pengecekan akan mendapat resiko dari pihak universitas, seperti tidak dapat mengikuti ujian termin 2 yang akan dilaksanakan bulan Mei nanti, ”Iya ini benar, udah dipastikan  ke Amid juga,” ungkap mahasiswa asal Aceh ini.

Baca juga: Antisipasi Penularan Corona, Al-Azhar Wajibkan Cek Darah bagi Mahasiswa Asing

Dokter Latifah memberikan komentarnya terkait langkah preventif untuk kasus virus Corona, agar  mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) mengikuti arahan dari Kementrian Kesehatan Mesir, ”Terkait langkah preventif untuk kasus ini  bisa mengikuti arahan dari Wizaroh Sihhiyah yang sudah release,” ungkap dokter asal Indonesia ini.

KBRI Kairo Mesir mengeluarkan himbauan kepada warga Indonesia terkait virus korona (14/2/2020), seluruh warga Indonesia yang berdomisili di Mesir agar mengambil langkah-langkah antisipatif dan preventif salah satunya meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan pribadi dan keluarga masing-masing, serta selalu mengikuti dan memantau situasi mengenai jangkitan virus Corona di Mesir melalui media massa baik cetak maupun elektronik serta informasi yang disampaikan KBRI Kairo.

Virus Corona yang telah tersebar sebulan lalu, telah memakan korban sebanyak 2.763 jiwa di seluruh dunia hingga Rabu (26/2/2020). Sebanyak 2.715 korban meninggal berasal dari dataran China, sementara 48 kematian di luar negeri. Korea Selatan menjadi negara dengan kasus virus Corona terbanyak. Tercatat sebanyak 1.146 kasus.

Di luar Asia, khususnya di Timur Tengah, Iran menjadi negara dengan virus Corona terbanyak mencapai 96 kasus dan 15 kematian. Di Mesir sendiri telah mengonfirmasi temuan baru terkait virus Corona. Dilansir dari Aljazeera, Sabtu (15/2/2020), juru bicara Kementerian Kesehatan Mesir, Khaled Mughal mengatakan pada Jumat (14/2/2020), satu orang dinyatakan positif dan merupakan warga asing.

Reporter: Moch Alfaridzi

Editor: Zaenal Mustofa

Comment

Berita Lainnya