Informatika Mesir
Home Opini & Suara Mahasiswa PPI Dunia Berpotensi Bubar? Krisis Tata Kelola dan Retaknya Kepercayaan PPI Negara

PPI Dunia Berpotensi Bubar? Krisis Tata Kelola dan Retaknya Kepercayaan PPI Negara

Sumber: istimewa

Informatikamesir.net, Kairo – PPI Dunia tengah berada dalam situasi yang patut diperhatikan. Di tengah berlangsungnya acara kongres dan kontestasi Koordinator PPI Dunia, muncul sejumlah persoalan yang tidak lagi sebatas perbedaan antarindividu, akan tetapi mulai menyentuh hubungan antara PPI Dunia dan organisasi PPI Negara sebagai anggotanya.

Di tengah kongres, PPI Belanda menyatakan sikap keras terhadap tata kelola PPI Dunia. Persoalan mandat, pola kepemimpinan, dan mekanisme kongres turut memperbesar pertanyaan mengenai masa depan organisasi.

Terbaru, PPI Belanda melalui Surat Nomor 069/PS/PPIBELANDA/IX/2026 menerbitkan Pernyataan Sikap terhadap Tata Kelola PPI Dunia. PPI Belanda menilai tata kelola PPI Dunia saat ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai, mandat, dan tujuan awal pembentukannya.

Kritik tersebut cukup fundamental. Ditambah lagi, PPI Belanda juga mempertanyakan kecenderungan tata kelola yang top-down, persoalan kedaulatan anggota, dan pembagian kewenangan. PPI Belanda juga menegaskan bahwa PPI Dunia semestinya menjadi supporting system bagi PPI Negara, bukan struktur yang dominan terhadap anggotanya. 

Kegelisahan semacam ini tidak berdiri di ruang kosong. Sejumlah PPI Negara dengan basis pelajar dan mahasiswa Indonesia yang besar, di antaranya: Australia, Tiongkok, Taiwan, Malaysia, Inggris, dan Belanda juga menjadi bagian dari dinamika dan perdebatan tentang arah PPI Dunia. Artinya, persoalan yang muncul tidak semata berasal hanya dari satu PPI Negara, melainkan menjadi perhatian di sejumlah PPI Negara yang memiliki basis massa cukup besar.

Hal ini penting dicermati karena PPI Dunia pada dasarnya merupakan wadah yang dibangun dari persatuan PPI Negara. Ketika organisasi-organisasi anggotanya mulai mempertanyakan pola hubungan, mekanisme pengambilan keputusan, serta arah tata kelola organisasi bersama, maka persoalannya tidak lagi dibaca sebatas dinamika internal kepengurusan, akan tetapi jauh lebih luas daripada itu. 

Ironisnya lagi, pernyataan tersebut muncul ketika kongres sedang menghadapi sejumlah persoalan: laporan dugaan pelanggaran Pemira, klarifikasi pelaksanaan Simposium Internasional, persoalan transparansi sponsorship dan anggaran, hingga perdebatan mengenai DPT, keaktifan anggota, dan keabsahan mandat delegasi.

Jika berbagai persoalan tersebut berdiri sendiri, ia dapat dipandang sebagai dinamika biasa dalam organisasi. Namun, persoalannya menjadi berbeda karena kritik terhadap tata kelola datang langsung dari PPI Negara, sementara pada saat yang sama legitimasi proses kongres juga sedang diperdebatkan. Terlebih, Koordinator PPI Dunia petahana kembali mencalonkan diri dalam kontestasi yang sedang berlangsung.

Situasi ini menghadirkan pertanyaan yang sulit dihindari: Jika selama satu periode kepemimpinan muncul berbagai persoalan tata kelola, dan kini sebagian anggota mempertanyakan kembali arah organisasi, apakah PPI Dunia sedang menghadapi krisis kepercayaan?

Jika krisis tersebut tidak segera diselesaikan, pertanyaan berikutnya jauh lebih serius: Apakah PPI Dunia masih mampu mempertahankan konsolidasi PPI Negara, atau justru sedang bergerak menuju perpecahan? Sebab organisasi internasional tidak hanya hidup dari struktur dan jabatan. Ia hidup dari kepercayaan anggotanya.

Ketika anggota mulai mempertanyakan mandat, kewenangan, mekanisme pengambilan keputusan, dan arah kepemimpinan, maka yang dipertaruhkan bukan lagi sekedar hasil pemilihan koordinator. Akan tetapi, yang dipertaruhkan adalah keberlangsungan PPI Dunia itu sendiri.

PPI Dunia belum bubar. Akan tetapi, dengan berbagai persoalan yang sedang terbuka di hadapan Kongres, pertanyaan “apakah PPI Dunia berpotensi bubar?” semestinya bukan menjadi hal yang bisa begitu saja diabaikan. 

Penulis: Isa Latif Zein

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad