SEMA FBA Dorong Badan Usahanya Utamakan Penjualan Buku Dibandingkan Merchandise
Informatikamesir.net, Kairo – Ketua SEMA FBA Mesir 2022-2023 Ahmad Mawardi, Lc., menyoroti arah pengembangan Badan Usaha Mandiri Mahasiswa (BUMM) dalam pembacaan laporan pertanggungjawaban SPA SEMA FBA Mesir pada Kamis (27/8) di Aula KMJ, Hay Tasi’. BUMM dinilai perlu meningkatkan penjualan buku secara lebih masif, daripada terus bergantung pada merchandise sebagai sumber pendapatan utama.
Azril Naufal selaku Koordinator BUMM mengakui penjualan buku telah menjadi salah satu identitas Divisi BUMM SEMA FBA sejak awal digagas. Namun, seiring perubahan zaman dan meningkatnya minat terhadap merchandise, penjualan buku mulai mendapat porsi yang lebih kecil di tahun ini.
“Karena perubahan zaman dan mungkin yang lebih menarik adalah merchandise dari pada buku, maka tahun ini kami mengganti buku dengan merchandise. Tapi kami tetap menjual buku, tetapi lebih fokusnya ke merchandise,” ujar Azril.
“Beliau (Mawardi) tidak melarang BUMM untuk menjual merchandise, tetapi lebih menguatkan identitas SEMA FBA ini (red: dengan penjualan buku),” jelas Azril dalam sesi wawancara bersama reporter Informatika.
Selain menjalankan fungsi bisnis, BUMM juga dirancang sebagai penopang utama pendanaan SEMA FBA khususnya guna mengatasi keterbatasan dana block grant dari PPMI. Hal tersebut sebagaimana ditegaskan oleh Mawardi.
Mawardi juga menilai BUMM memiliki peran strategis yang lebih luas, yakni sebagai badan usaha sekaligus ruang memperkenalkan literatur dan keilmuan Fakultas Bahasa Arab (FBA) ke khalayak Masisir.
“BUMM ini adalah pasar, yaitu pasar ilmu. FBA harus punya karya dan harus punya identitas tersendiri,” ujar Mawardi.
Menurut Mawardi juga, pengadaan merchandise memang tetap diperbolehkan untuk menambah jumlah kas. Namun, ia mengingatkan agar produk komersial tersebut tidak sampai menggeser peran utama BUMM dalam memasarkan karya-karya intelektual mahasiswa FBA.
Reporter: Haibah Az Zahro
Editor: Sayyaf Izzuddin





