Informatika Mesir
Home Opini & Suara Mahasiswa 4 Aspek Fundamental Untuk Memperoleh Ilmu Hakiki

4 Aspek Fundamental Untuk Memperoleh Ilmu Hakiki

Ilmu hakiki adalah pengetahuan yang masuk ke dalam hati, menghasilkan dampak positif, dan dapat membuahkan amal saleh sesuai petunjuk Ilahi. Ini bukan sekedar teori, melainkan cahaya dari Allah yang membawa pada keimanan, ketundukan, serta ketenangan sejati di dunia dan akhirat. Jika manusia telah mendapatkan ilmu hakiki, maka Ia akan bisa menjalankan ibadah serta aktivitasnya dengan tenang tanpa adanya keraguan di dalam diri.

Ilmu merupakan suatu hal mulia yang dapat mengantarkan manusia pada kebenaran sesuai dengan Qur’andan sunah, membebaskan dari aksioma maupun dogma dan membongkar kompleksitas kehidupan yang sedang dijalankan. Seorang penuntut ilmu tentunya ingin mendapatkan ilmu yang sudah sesuai dengan Qur’an dan sunah, tidak ingin terbelenggu dalam kebodohan dan tentunya penuntut ilmu juga ingin memahami ilmu yang ia dapatkan sesuai dengan seorang pengajarnya maupun buku yang Ia baca. Ilmu bisa didapatkan melalui berbagai hal, baik membaca, mendengar maupun melihat. 

Orang yang berilmu ialah  yang memiliki pengetahuan dan pemahaman atas sesuatu. Namun, perlu diketahui bahwa ilmu juga ada yang benar dan salah sehingga manusia perlu mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk memperoleh ilmu-ilmu yang benar berlandaskan sesuai dengan Qur’an dan sunah, dalam hal ini ialah pemahaman yang diperoleh agar setiap penuntut ilmu tidak jatuh dalam kesalahan pemahaman.

Sayangnya untuk mendapatkan ilmu hakiki tidaklah semudah apa yang kita bayangkan, membutuhkan beberapa aspek sebagai alat untuk mendapatkannya dan bagaimana caranya manusia dapat memperoleh ilmu yang hakiki tersebut. Sehingga pemahamannya mengenai ilmu-ilmu bisa dijadikan sebagai rujukan dalam memahami sesuatu.

Di sini, saya akan menyampaikan isi dari kitab Muqoddimaat fi Thariiq Al-‘Ilmkarya  Syekh Muhammad Sayyid As-Sa’dany yang terdiri dari empat aspek fundamental bagi seorang penuntut ilmu untuk menuju ilmu yang hakiki:

1. Syeikhun Fattaah: Ialah seseorang yang sudah sempurna kapasitas dan integritasnya dapat teruji. Dalam hal ini, iasudah komprehensif dalam memahami ilmu Syariat, Ia juga banyak melakukan diskusi dengan ulama sezamannya, kemudian Ia juga mampu mengajarkan dan memberikan pemahaman kepada murid-muridnya. Di antara sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seseorang ini ialah: Dapat bermuamalah dengan sopan-santun bersama murid-muridnya, dapat menjelaskan dengan baik apa yang Ia sampaikan, memiliki hati yang lembut, kata-katanya menenangkan, dan membimbing orang-orang bodoh kepada Allah yang maha kuasa, karena futuhnyaseseorang karena cahaya dari Allah. 

2. Aqlun RojjaahIalah akal yang sehat dan jernih, dalam arti kebijaksanaan. Dikatakan: Akal yang sehat adalah akal yang dapat membedakan antara yang baik dan buruk. Akal adalah fondasi dan sebagai sumber ilmu pengetahuan, jika tidak ada akal, maka ilmu pengetahuan tidak ada. Begitu pun jika seseorang memiliki akal yang sehat, maka ia akan sangat bijaksana dan teliti, sehingga dapat terhindar dari kesalahan dalam berbicara, serta menuntunnya menuju kebenaran. 

3. Kutubun Shihhaah: Dengan kitab-kitab yang bagus akan mengantarkan kita untuk mendapatkan ilmu pengetahuanyang benar. 

Ada sebuah peribahasa dalam Bahasa Latin yang artinya: “Apa yang telah ditulis akan tetap ada, apa yang telah dihafal akan hilang.” Dan dikatakan dalam hadis riwayat Abdullah bin ‘Amr dan Anas bin Malik RadhiyallahuAnhuRasulullah bersabda: “Peliharalah ilmu dengan menulis”.

Tidak ada salahnya bagi seorang penuntut ilmu untuk menulis catatan pinggir, faedah-faedah, dan hal-hal yang penting pada kitabnya, karena itu akan menjadikan ilmu tersebut lebih melekat pada dirinya sebagaimana peribahasa dan perintah Rasulullah di atas. 

Sebagai penuntut ilmu hendaklah ia mengambil rujukan dari kitab-kitab yang bagus yang berasaskan Qur’an dan sunah, sehingga ia yang sedang mengkaji sebuah kitab tidak terjerumus kepada kesalahan maupun kekeliruan. 

4. Mudawamah dan IlhahIalah konsisten dalam belajar, mengulang, dan mulazamah untuk menjaga ilmu, serta bersungguh-sungguh untuk memperoleh dan memahami ilmu. Hendaklah seorang penuntut ilmu tekun dalam belajar, rajin hadir di majelis taklim, dan mengulangi apa yang telah ia dapati di awal (Magrib) dan akhir (Sahur) malam, karena waktu Magrib adalah waktu yang diberkati oleh Allah SWT dan demikian pula waktu Sahur. 

Sebagaimana yang dikatakan imam Al-Ghazali dalam kitab Minhajul Muta’allimBahwa awal dan akhir waktu malam merupakan waktu yang paling efektif untuk mengulang pelajaran dan terdapat berkah padanya.

Juga dikatakan oleh imam Az-Zarnuji dalam kitab Ta’limMuta’allimBahwa waktu yang paling efektif untuk belajar adalah di waktu Maghrib dan Isya’, serta di waktu Sahur.

Pendapat Imam Al-Ghazali dan Imam Az-Zarnuji ini diperkuat dengan fakta Biologis yang mengungkapkan bahwa di waktu Magrib tubuh masih memiliki energi setelah beristirahat sejenak dari aktivitas siang hari. Di waktu ini adalah transisi yang baik untuk mengulang dan mengingat apa yang sudah dipelajari. Sedangkan ketikaSahur adalah waktu di mana otak berada dalam keadaan paling tenang dan jernih, serta minim gangguan. Waktu ini sangat ideal untuk memahami dan menghafal materi yang kompleks. 

Demikian empat aspek fundamental yang penulis sampaikan. Jadi Ilmu hakiki bukanlah sekadar penguasaan teori, melainkan cahaya Ilahi yang meresap ke dalam hati dan mewujud dalam amal saleh. Untuk meraihnya, seorang penuntut ilmu harus memperhatikan empat aspek fundamental: bimbingan dari guru yang kompeten (Syeikhun Fattaah), penggunaan akal sehat dan bijaksana (Aqlun Rojjaah), merujuk pada kitab-kitab yang bagus dan otentik (Kutubun Shihhaah), serta menjaga konsistensi dan kesungguhan (Mudawamah & Ilhah).

(Rachmat, R., Mujahidin, E., Tamam, A., dan Ali, A. (2002). Waktu-waktu efektif belajar menurut para ulama dan santri. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 11(1), 52-56.

Penulis: Ferdian Hudatullah

Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!

Klik di sini
Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad