Ramadhan Recharging Bahas Keindahan Al-Qur’an dari Perspektif Bahasa
Informatikamesir.net,Kairo – Tujuan utama dari mempelajari berbagai ilmu adalah untuk memahami Al-Qur’an secara lebih mendalam. Hal tersebut disampaikan oleh Shibghatullah Ahmad, Lc., M.A., pemateri dalam acara “Ramadhan Recharging: Faith, Food, & Knowledge” yang diselenggarakan oleh Uzma Care bekerja sama dengan Markaz At-Ta’allum pada Rabu (11/03) di Aula Wisma KMKM, Hay Tasi.
Dalam pemaparannya, Shibghatullah menekankan, “Tujuan paling indah dari mempelajari berbagai ilmu adalah untuk mengenal dan memahami Al-Qur’an.”
Shibghatullah juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa Arab untuk menangkap keindahan dan kedalaman makna Al-Qur’an.
“Keindahan Al-Qur’an sering kali tidak sepenuhnya tampak jika hanya dibaca melalui terjemahannya,” jelas Shibghatullah.
Menurut Shibghatullah, setiap kata dalam Al-Qur’an memiliki makna yang sangat presisi dan tidak dipilih secara kebetulan. Shibghatullah kemudian memaparkan contoh keindahan bahasa Al-Qur’an, salah satunya melalui pemilihan kata yang digunakan dalam ayat-ayat.
Salah satu contoh yang Shibghatullah jelaskan adalah kisah Nabi Nuh yang disebutkan hidup bersama kaumnya selama “seribu tahun kurang lima puluh tahun”. Para ulama tafsir menggunakan dua istilah berbeda untuk kata “tahun” dalam ayat tersebut yang menunjukkan perbedaan kondisi kehidupan Nabi Nuh pada masa dakwahnya.
Selain itu, Shibghatullah juga menjelaskan konsep ilmu munasabah, yaitu kajian tentang keterkaitan antara ayat dan surat dalam Al-Qur’an. Menurutnya, susunan ayat dalam Al-Qur’an memiliki hubungan makna yang saling melengkapi.
“Tidak mungkin susunan ayat dan surat dalam Al-Qur’an terjadi tanpa hikmah. Setiap bagian memiliki hubungan makna yang mendalam,” tegas Shibghatullah.
Reporter: Umar Mogalana
Editor: Afifah Azmi Saiyidah
Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!
Klik di sini




