Informatika Mesir
Home Sorotan Pertimbangkan Etis dan Kesesuaian Tema, Moderator Tolak Penugasan Sesi Kebudayaan Bersama Fadli Zon

Pertimbangkan Etis dan Kesesuaian Tema, Moderator Tolak Penugasan Sesi Kebudayaan Bersama Fadli Zon

Sumber: dok. tim Informatika Mesir

Informatikamesir.net, Kairo – Ahmad Hadziq Akmal, atau biasa lebih kerap dikenal Masisir sebagai Male, mengaku mengundurkan diri menjadi moderator acara Simposium PPI Dunia pada sesi kebudayaan bersama Fadli Zon. Saat dikonfirmasi oleh tim Informatika, Male menyatakan dua hal yang menjadi alasan kuat pengunduran dirinya dari tugas moderator mendampingi Fadli Zon pada Senin (21/09) Capital Palace, Nadi sikkah.

Male menjelaskan kronologi awal penugasannya oleh panitia. Ia diminta menjadi moderator oleh panitia pada sesi kebudayaan. 

“Awalnya ane jadi moderator sesi pemerataan pendidikan di hari pertama. Dengan segala ketertarikan terhadap dunia pendidikan ditambah kesempatan berharga menjadi bagian dari acara perkumpulan mahasiswa berskala Internasional akhirnya ane memutuskan untuk menerima ajakan menjadi moderator.”

Namun, keesokan harinya terjadi beberapa perubahan dari pihak panitia. Perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa alasan tertentu. 

“Ane diminta menjadi moderator di sesi kebudayaan bersama pak Fadli Zon.” Ujar Male. 

Atas beberapa pertimbangan, Male awalnya menyanggupi untuk menjadi moderator dengan alasan dapat berkontribusi di atas panggung mahasiswa berskala Internasional. Namun, setelah melewati beberapa pertimbangan Male pada akhirnya menyatakan mengundurkan diri dari penugasan moderator H- acara.

Dengan pertimbangan kekhawatiran integritas pribadi sebagai aktivis dan pegiat ilmu pengetahuan. Male mengaitkan pertimbangannya dengan pandangan terhadap rekam jejak pemateri.  

“Sebagaimana kita tahu, beliau memiliki rekam jejak yang kurang baik terhadap agenda penghapusan sejarah kelam kekerasan pada tahun 1998 yang akhirnya membuat geram banyak aktivis dan civitas akademis.” Jelas Male.

Male tidak ingin dirinya menjadi sorotan publik sebagai aktivis atau akademisi yang “tone deaf”  karena duduk satu panggung dengan tokoh yang dinilai kontroversial. Menurutnya hal ini dapat dianggap membenarkan tindakan kontroversial pemateri. Hal ini ia sampaikan pula pada panitia alasan dibalik pengunduran dirinya. 

Male memutuskan mundur dari posisi moderator karena alasan personal. Ia mengaku tema yang ditentukan panitia kurang mempresentasikan dirinya. 

 “Ane tidak begitu menguasai dan mendalami baik secara literatur atau berpengalaman tentang kebudayaan. Jadi ane menjadi semakin mantap untuk menolak permintaan sebagai moderator.” Ujar Male. Pertimbangan tersebut disampaikan Male kepada tim Informatika dalam keterangannya melalui pesan Whatsapp.

Reporter: Nurul Hipatanul Say’banti

Editor: Faqih Billah

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad