by

Kritisi Aturan Jam Malam, Prawita: Matangkan Lagi Teknisnya

Informatikamesir.net, Kairo – “Kebijakan ini seharusnya ditanggapi lebih serius. Dimatangkan lagi teknisnya. Koordinasi dengan DKKM itu kurang cukup,” kritik Prawita Andaresti, kandidat ketua Wihdah nomor urut satu terkait sistem jam malam yang telah diberlakukan sejak Februari lalu. Hal ini ia sampaikan pada Debat Kandidat Ketua Wihdah yang dihelat Sabtu (29/02/2020) di Aula Griya KSW, Hayy Asyir.


Selain itu, Prawita juga memberikan beberapa masukan terkait pemberlakuan sistem jam malam ini. Ia menganggap bahwa belum sampainya pemahaman Masisir terkait sistem ini menyebabkan penerapan yang kurang efektif. Sehingga diperlukan adanya forum terbuka atau perkumpulan dengan senior, kekeluargaan, dan almamater guna menyampaikan urgensi sistem jam malam.


Furna Hubbatalillah, ketua Wihdah periode 2019-2020 yang hadir sebagai debator menyatakan kesetujuannya perihal kritik dari Prawita. “Memang, kalau Wihdah doang, kita nggak akan kuat. Ya kita masih badan otonom, kita bukan induk, gitu. Dan jam malam ini nggak akan maksimal. Ya pastilah apalagi ini hal baru, kan. Yang aku yakin nggak akan semua men-tatbiq-kan (menerapkan-red). Kita kekurangan power dari yang lain.”


Furna juga menghimbau seluruh elemen Masisir untuk mendukung pemberlakuan sistem ini. Terutama pada kekeluargaan, almamater, afiliatif, dan lembaga-lembaga lainnya.


“Sejauh ini, aku mengamini apa yang dibilang Prawita juga. Kita nggak bisa berdiri sendiri, tapi kita perlu dorongan dengan Surat Keputusan (SK) dari almamater, afiliatif, dan kekeluargaan. Dan itu yang sangat-sangat aku harapkan dari semua elemen, yaitu untuk mendukung itu. Jangan cuma ketika di rapat aja mendukung kita, tapi nggak ada aksi secara real. Ya mohonlah kerjasamanya,” ungkap Furna.

Reporter: Inayah Salsabil

Editor: Zaenal Mustofa

Comment

Berita Lainnya