Informatika Mesir
Home Berita Terkini Kongres Diaspora Indonesia Pertama di Mesir: KBRI Kairo Paparkan Batasan Wewenang dan Fungsi

Kongres Diaspora Indonesia Pertama di Mesir: KBRI Kairo Paparkan Batasan Wewenang dan Fungsi

Suasana Kongres Diaspora Indonesia pertama di Mesir. Sumber: dokumentasi tim Informatika Mesir.

Informatikamesir.net, Kairo – Apapun yang terjadi di Mesir, KBRI Kairo tidak dapat mencampuri urusan domestik Mesir. Hal tersebut disampaikan oleh Rahmat Aming Lasim, Koordinator Fungsi Pensosbud (Penerangan dan Sosial-Budaya) KBRI Kairo dalam Kongres Diaspora Indonesia pertama di Mesir pada Kamis (27/11) di KBRI Kairo, Garden City.

Dalam kesempatan tersebut, Aming menanggapi banyaknya Masisir yang masih belum memahami batas kewenangan KBRI Kairo. Aming menegaskan bahwa ruang gerak hukum KBRI dibatasi oleh Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik. “Apa pun yang terjadi di negara ini, kita tak berhak mencampuri urusan dalam negeri Mesir,” ujar Aming.

Di sisi lain, Muhammad Al-Fatih, Pelaksana Fungsi Protkons (Protokol dan Konsuler), menjelaskan bahwa Fungsi Protkons mencakup pelayanan administrasi bagi WNA dan WNI, mulai dari kelahiran hingga kematian. Fatih turut menekankan bahwa masyarakat perlu memahami batasan hukum yang dimiliki Protkons, termasuk apa saja layanan yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh KBRI Kairo.

Sementara itu, Abdul Muta’ali, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, memaparkan perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Mesir 1960–1995 serta kerja sama Kementerian Agama RI dan Al-Azhar 1995–2019. Muta’ali juga menjelaskan upaya pembaruan MoU yang hingga kini belum terealisasi sehingga belum ada batasan calon mahasiswa Al-Azhar yang jelas.“Sejak 2019 kita tidak punya payung hukum. Mohon doanya agar MoU bisa terealisasi pada 2026,” jelas Muta’ali.

Kongres ini sendiri digelar di tengah keberadaan lebih dari 20.000 diaspora Indonesia yang menetap di Mesir. Kongres ini juga dihadiri oleh delegasi IDN (Indonesian Diaspora Network)—di antaranya komunitas Masry Wife/Husband dan KOPI (Komunitas Pecinta Indonesia)—serta perwakilan berbagai organisasi kemahasiswaan Indonesia di Mesir.

Reporter : Iffah Mufidah Al-Maulidyah

Editor: Muhammad Saladin Ghaza Al Arsyad

Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!

Klik di sini
Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad