Informatika Mesir
Home Sorotan Afanin Gelar Penganugerahan Marasim Ijazah Khat; Lestarikan Kemurnian Seni Kaligrafi

Afanin Gelar Penganugerahan Marasim Ijazah Khat; Lestarikan Kemurnian Seni Kaligrafi

Informatikamesir.net, Kairo – Afanin (Asosiasi Kaligrafi Arab Murni Indonesia), mengadakan Marasim Ijazah dan Penutupan Kegiatan Belajar-Mengajar pada Rabu (26/11) di Aula KMJ, Hay Asyir.Acara ini dihadiri oleh Ibrohim Zuber, Lc. selaku Ketua ICMI Orwil Kairo, jajaran pendiri, senior Afanin yang hadir secara luring maupun daring.

Acara diisi dengan sambutan-sambutan para senior, pendiri Afanin dan Mauizah dari Syekh Belaid Hamidi secara daring.

Kemudian acara dilanjut dengan Penganugerahan kepada para mujaz khattat (penerima ijazah kaligrafer) dan berfoto dengan hasil karya kaligrafinya yang sudah ditandatangani.

Acara yang diikuti 18 mujaz ini diadakan setelah melewati latihan dan tashih bermanhaj Hamidi serta pengajaran dengan tahapan ijazah khat Riq’ah, Diwani, Tsuluts, Itiyadiyah, dan Naskhi.

Syukrina, mujaz khat Itiyadiyah asal Malaysia, mengaku mendapatkan banyak pelajaran selama belajar khat di Afanin dalam sesi wawancara tim Informatika Mesir.“Alhamdulillah banyak yang dipelajari, dari awal pembelajaran dari tidak tau jadi tau cara buat setiap huruf hijaiyah ada cara-caranya sendiri, jadi setiap tashih masih ada salah dan ulang balik, adalah proses pembelajaran di situ,” ungkap Syukrina.

Sementara itu, Rani Zanuba Arifah, mujaz khat Diwani menyampaikan bahwa penerimaan ijazah ini adalah awal untuk mempelajari jenis Khat lainnya.

“Senang campur semangat, merasa ada tanggungan untuk meneruskan rihlah-rihlah setelahnya, karena akhir dari ini adalah sebuah awal seperti kata Syekh Belaid Hamidi,” ungkap Rani.

Muhammad Zidan Samudera selaku ketua Afanin menyampaikan harapan dari penyerahan ijazah kali ini.

“Harapannya agar bisa melanjutkan belajar dan mengajar khat itu sendiri, karena salah satu keunggulan dari manhaj Hamidi adalah ketika kita belajar kita tidak hanya belajar untuk diri sendiri tetapi juga belajar untuk bisa mengajarkan orang lain,” ucap Zidan.

Keunikan yang ada dalam Marasim Ijazah kali ini adalah para mujaz memberi susu kepada hadirin menjadi bagian dari bidah hasanah yang diajarkan oleh para guru khattat terdahulu. Ketua Afanin menjelaskan bahwa kebiasaan ini dibentuk sebagai bentuk rasa syukur dengan berbagi kebaikan karena Nabi Muhammad saw. memilih segelas susu di antara pilihan gelas selainnya—gelas berisi khamr dan madu—saat fenomena isra mikraj.

Reporter: Shofuro Auladana Mufidah

Editor: Afifah Azmi Saiyidah

Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!

Klik di sini
Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad