Kenali Aragouz, Hiburan Tradisional Di Iftar Akbar Matariya
Informatikamesir.com, Kairo – Ketika warga Matariya dan relawan sedang sibuk menyiapkan meja, bangku, dan berbagai macam menu untuk berbuka puasa, sedangkan anak-anak sibuk menyaksikan pertunjukkan Aragouz, sebuah pertunjukan tradisional yang menampilkan badut boneka yang terbuat dari kayu dan turut diramaikan oleh beberapa warga setempat maupun pengunjung.
Pertunjukan Aragouz juga sempat menjadi daya tarik oleh beberapa pengunjung khususnya pengunjung dari berbagai mancanegara termasuk Masisir, karena sekilas Aragouz mirip dengan pertunjukan wayang golek atau bahkan hampir mirip dengan Si Unyil. Bedanya, ia menampilkan badut boneka khas Mesir.
Sejarah Aragouz
Dikutip dari Al-Majalla, Aragouz adalah salah satu tradisi rakyat Mesir paling penting yang hidup di hati anak-anak maupun orang dewasa, karena sejak kecil banyak orang yang mengenalnya. Ia menjadi pasangan otentik dalam drama Mesir, terutama drama teater, baik yang menyasar anak-anak maupun dewasa.
Sejak zaman Mesir kuno, Aragouz digunakan untuk menyapa para raja dengan menyampaikan berbagai permasalahan hidup dengan karakteristiknya tajam, mengejek, dan keras kepala. Ia adalah pahlawan satir populer yang menggunakan kebodohan sebagai senjatanya; ia berpura-pura bodoh untuk menyembunyikan niatnya dan untuk menghancurkan orang berkuasa, tiran, atau orang asing yang tidak diinginkan.
Model Pertunjukan Aragouz
Pengendali Aragouz harus menunjukkan keahlian vokal yang luar biasa karena ia memainkan beberapa peran sekaligus. Ia harus memiliki suara yang sepadan dengan peran penting lagu-lagu. Aragouz menggunakan bahasa jalanan yang diselingi makian dan kata-kata kasar yang menjadi elemen komedi paling penting. Bahasa itu sendiri terkadang menjadi satir yang dikemas lewat stereotip etnis orang-orang wilayah pinggiran Mesir, Sudan, atau Berber. Gerakannya terdiri dari pukulan dan kejutan. Aragouz diperagakan memukul atau bermain petak umpet secara berulang.
Pertunjukan terdiri dari empat adegan yang diawali dan diakhiri dengan lagu Aragouz dan asistennya. Adegan pertama menunjukkan kedatangan karakter yang tidak diinginkan yang akan diusir di akhir pertunjukan.
Panggungnya sederhana berupa bilik, namun, beberapa dalang menggunakan karavan yang ditarik keledai dengan tempat duduk untuk penonton dan ruang pertunjukan. Penting untuk disebutkan bahwa pertunjukan Aragouz terkait dengan hari-hari raya umat Muslim, terutama perayaan Maulid Nabi dan bulan Ramadan.
Reporter: Faqih Billah
Editor: Afifah Azmi Saiyidah
Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!
Klik di sini




